24 Komunitas Masyarakat Ajukan Bantuan Perumahan KemenPUPR

Kebijakan penyediaan perumahan berbasis komunitas akan menjadi salah satu fokus dalam program perumahan pemerintah pada tahun 2020 mendatang.

bantuan perumahan Kementerian PUPR, komunitas tukang cukur, bantuan rumah untuk komunitas
Komunitas tukang cukur menjadi salah satu pihak yang mengajukan permohonan bantuan perumahan dari Kementerian PUPR. (Foto: dok. Kementerian PUPR)

RumahHokie.com (Jakarta) – Sebanyak 24 komunitas masyarakat telah mengajukan permohonan bantuan perumahan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Saat ini, pihak Kementerian tengah melakukan monitoring terkait kesiapan dan usulan lokasi pembangunan perumahan komunitas yang tersebar di 11 provinsi tersebut.

“Dari hasil pendataan yang kami laksanakan, setidaknya sudah ada 24 komunitas masyarakat yang mengajukan permohonan bantuan perumahan berbasis komunitas,” ujar Mochammad Yusuf Hariagung, Direktur Rumah Umum dan Komersial (RUK) Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, seperti dilansir dari siaran pers, Sabtu (09/11/2019).

Baca Juga: Kementerian PUPR Gunakan Dua Skema untuk Pembangunan Perumahan Berbasis Komunitas

Berdasarkan data yang ada di Direktorat Rumah Umum dan Komersial Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, 24 komunitas yang mengajukan permohonan berasal dari berbagai latar belakang.

Beberapa komunitas tersebut antara lain buruh tani kopi, petugas kebersihan kota, pedagang kaki lima (PKL) dan, buruh tani. Selain itu, terdapat pula komunitas tukang bakso cuanki, tukang tempe dan tahu, nelayan, guru honorer, penarik bentor, porter, supir taksi, pedagang
buah, hingga tukang cukur.

Yusuf menjelaskan, pada tahun 2020 mendatang kebijakan penyediaan perumahan berbasis komunitas akan menjadi salah satu fokus dalam program perumahan pemerintah.

Baca Juga: Perumahan Tukang Cukur Garut Dapat Dukungan PSU dari Kementerian PUPR

Untuk mendorong kesiapan lokasi pembangunan hunian subsidi berbasis komunitas, Yusuf mengatakan, pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan monitoring dan evaluasi ke lapangan. Hal itu dilakukan untuk koordinasi dengan pemerintah daerah serta perwakilan komunitas.

Selain itu, imbuhnya, Kementerian PUPR juga ingin memastikan kesiapan lahan, administrasi serta perijinan pembangunan.

“Setidaknya ada 22 lokasi dengan luas lahan mencapai 214,95 hektar yang kami siapkan sebagai lokasi pembangunan rumah komunitas. Lokasinya tersebar di beberapa provinsi, seperti Sumatera Selatan, Sulawesi Tengah, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo dan Nusa Tenggara Timur,” paparnya.

Baca Juga: Kementerian PUPR Genjot Capaian Program Bedah Rumah di Daerah

Dari luas lahan tersebut, Mochammad Yusuf Hariagung menerangkan, setidaknya bisa dibangun sebanyak 7.473 unit untuk bantuan rumah berbasis komunitas.

Sebagai tambahan informasi, hingga kini proses pembangunan rumah komunitas juga telah berlangsung, seperti rumah komunitas tukang cukur di Kabupaten Garut, Jawa Barat dan rumah komunitas guru honorer di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda