Agar Basement Fungsional, Cermati Cara Perawatannya

Untuk menghindari kelembapan pada basement, ada baiknya menggunakan produk cat anti jamur. Tempatkan furnitur yang tahan lembap, seperti furnitur berbahan plastik dan sejenisnya.

Untuk menghindari kondisi yang lembap, usahakan pencahayaan maksimal.

RumahHokie.com (Jakarta) – Penambahan lantai basement mungkin solusi cermat untuk memenuhi kebutuhan ruang. Namun, jika perawatannya kurang cermat, fungsi ruang itu akan menyebabkan furnitur dan seisi ruang jadi mudah rusak.

Ya, musuh utama ruang di bawah tanah adalah kelembapan. Terlebih jika penempatan sirlukasi cahaya dan sirkulasi udaranya kurang maksimal. Agar fisik basement tetap terlihat prima, berikut ini adalah hal-hal yang mesti Anda perhatikan.

Untuk menghindari kelembapan pada dinding basement, ada baiknya menggunakan produk cat yang anti jamur atau pilih dinding yang bertekstur bebatuan. Tempatkan furnitur yang tahan lembap, seperti furnitur yang solid atau perabot plastik dan sejenisnya.

Baca Juga: Renovasi Mudah Atasi Kerusakan Dinding Rumah

Hindari penggunaan pelapis dinding berbahan kertas dalam basement, karena dengan kondisi yang lembap, wallpaper bakal mudah berjamur.

Jika dindingnya mengalami keretakan atau rembes pada lantai dan menyebabkan timbulnya air dari bawah tanah ataupun dari sisi-sisi dinding, Anda harus melakukan pemeriksaan.

Perbaiki setiap celah yang ada, agar kondisi yang ada pada lantai basement tidak mudah rusak.

Setelah masalah lembap teratasi, ada baiknya memperhatikan sirkulasi cahaya dan udaranya. Tujuan ini dilakukan agar kondisi udara dalam ruang ini tetap mengalir, gunakanlah pendingin ruang (AC) ataupun exhaust fan.

Terakhir, untuk mendapatkan kesan hangat dalam ruang basement, ada baiknya mengolah penataan cahayanya.

Selain sebagai penerangan yang memadai, pencahayaan baik untuk mengatur temperatur ruang. Dengan demikian, Anda dapat beraktivitas dengan nyaman.

Perhatikan juga drainasenya, saluran air sangat penting pada sebuah bangunan yang memiliki basement. Anda harus memperhatikan secara serius pengaturan saluran lot drainase.

Jika bermasalah, koneksi antara rumah dan pipa saluran pembuangan akan menyebabkan banjir di basement. Lakukan dengan membuat saluran pembuangan, Anda dapat menggali parit hingga kedalaman satu kaki (sekitar 30 cm) dan menaruh beberapa ubin di dalamnya.

Dengan cara ini, rumah Anda akan aman. Konsultasikan juga dengan ahli bangunan yang profesional memahami seluk beluk merawat basement dengan baik.

Dedy Mulyadi

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda