Agung Podomoro Kembangkan Borneo Bay City di “Little Hawaii”

PT Agung Podomoro Land, Tbk (APLN)—melalui anak usahanya, PT Pandega Citraniaga—mengembangkan proyek Borneo Bay City, Balikpapan.

RumahHokie.com (Jakarta) – Mengintip potensi properti di Kalimantan Timur, PT Agung Podomoro Land, Tbk (APLN)—melalui anak usahanya, PT Pandega Citraniaga—mengembangkan proyek Borneo Bay City, Balikpapan.

Dirancang oleh firma arsitek asal Singapura, DP Architect, proyek dengan luas area 8 hektar dan menelan investasi Rp2,8 triliun ini ditargetkan rampung di akhir 2018.

“Sebuah kawasan pengembangan bisa hidup jika ada fasilitas. Untuk itulah Borneo Bay City dikembangkan dengan konsep 5 Elements in 1, yang terdiri dari tiga mal, apartemen Borneo Bay Residence, hotel bintang lima, Nature Park, dan Gourmet Tower,” ungkap Alvin Andronicus, Assistant Vice President Marketing PT Pandega Citraniaga, kepada sejumlah pewarta, Rabu (26/10/2016).

Alvin menjelaskan, saat ini Balikpapan memiliki keterbatasan lahan, yakni hanya sekitar 12%. Padahal, Balikpapan saat ini banyak didatangi oleh investor lokal maupun mancanegara. Jadi di Borneo Bay City, terangnya, konsep yang ditawarkan adalah kota pantai yang dilengkapi hunian vertikal.

“Hunian vertikal sudah jadi kebutuhan di kota yang tumbuh cepat. Kami melihat Balikpapan memiliki potensi tersebut. Bahkan, suatu saat Balikpapan akan menjadi Little Hawaii Indonesia,” kata Alvin.

Konsep 5 Element in 1
Apartemen Borneo Bay Residence terdiri dari tujuh menara berisi 1.220 unit hunian yang terbagi dari beberapa tipe: studio (31,2 m2), 1 kamar tidur (41,4 m2 dan 48,1 m2), 2 kamar tidur (55,4 m2 dan 65,5 m2), serta 3 kamar tidur (93,2 m2).

Saat diluncurkan pada Juli 2013, apartemen dipasarkan dengan harga Rp18 juta per meter persegi, saat ini berkisar Rp23 juta per meter persegi – Rp26 juta per meter persegi.

Tipe studio sudah sold out, tinggal tipe 1 kamar tidur – 3 kamar tidur. Saat ini apartemen tersisa 400-an unit (terjual sekitar 67%).

Pada 11 Agustus lalu, apartemen ini telah memasuki tahap topping off. Serah terima dimulai pada pertengahan 2017.

“Berbeda dengan proyek lain, kami membangun tiga mal dalam satu proyek, yakni Fashion Mall, Trade Mall (638 unit), dan Branded Mall. Balikpapan Trade Mall sebelumnya bernama Balikpapan Center,” kata Alvin.

Trade Mall dipasarkan dengan harga Rp125 juta – Rp150 juta per meter persegi. Mal ini akan mengakomodasi pedagang UKM, pedagang lokal, juga mengundang pedagang kulit cibaduyut dan pedagang batik dari Jogja.

Borneo Bay City memiliki hotel yang merangkum 298 kamar. Di Balikpapan, banyak investor yang masuk sehingga butuh akomodasi seperti hotel.

“Kami tengah melakukan kesepakatan dengan Accor Group sebagai operator. Sementara hotel ini akan selesai pada pertengahan 2018.

Alvin menuturkan, Nature Park di Borneo Bay City dibuat dengan luas satu hektar untuk memberikan nuansa hijau bagi proyek mixed-use ini. Taman ini menawarkan nuansa resor sesuai dengan tagline “Green and Blue in Harmony” yakni perpaduan laut dengan gunung.

Terakhir, area kuliner disediakan dalam enam lantai Gourmet Tower. Setiap lantai diperuntukkan untuk konsep kuliner berbeda.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda