Akses Internet Bawa Tren Positif Terhadap Bisnis Sewa Rumah

Hadirnya fasilitas akses internet dianggap mampu menghadirkan kemudahan untuk para turis dalam mencari penginapan dan juga pemilik properti rumah sewa.

rumah sewa, sewa rumah, Savillis International, sewa rumah
Ilustrasi rumah sewa. (Gambar: Dghp)

RumahHokie.com (London) – Dalam survei yang dilakukan Savills Research bersama
HomeAway, perusahaan penyedia layanan sewa rumah, mengungkapkan bahwa hadirnya fasilitas akses internet memberi dampak positif terhadap industri sewa rumah di berbagai negara.

Konsultan real estat global itu memaparkan dengan fasilitas teknologi yang semakin canggih, tidak hanya memudahkan para turis disaat bervakansi, akan tetapi juga bagi pemilik properti sewa.

Dilansir dari laman PR Newswire, Selasa (12/11/2019), survei tersebut dilakukan kepada 7.800 pemilik hunian yang mendaftarkan properti mereka di kanal online layanan sewa rumah tersebut.

Baca Juga: Teknologi Seluler 5G dan Pengaruhnya Bagi Industri Properti

Survei tersebut dilakukan di sepuluh pasar utama, yakni Inggris, Amerika Serikat, Spanyol, Kanada, Prancis, Italia, Belanda, Portugal, Selandia Baru, dan Brasil. Secara bersamaan, mereka juga melakukan survei terhadap 6.800 turis di sepuluh negara.

Berdasarkan hasil survei Savills Second Homes, secara keseluruhan sebanyak 64% pemilik rumah liburan (vila) dan 46% wisatawan menempatkan prioritas tertinggi dalam hal ketersedian fasilitas akses internet.

Dengan hadirnya koneksi internet dianggap mampu menghadirkan kemudahan untuk kedua belah-pihak dalam berbagai aktivitas mereka.

Baca Juga: Masih Ada Ruang Bagi Pasar Properti Jakarta untuk Bertumbuh

Namun, di Italia selain koneksi internet, ternyata keberadaan fasilitas balkon atau teras pada rumah sewa dianggap hal yang penting. Sedangkan di Amerika Serikat sebanyak 47% mementingkan pula fasilitas pendingin ruangan (AC).

Faktor lainnya yang dianggap penting adalah ketersediaan fasilitas kolam renang, lahan parkir yang mumpuni serta layanan TV kabel.

Selain fasilitas, dalam survei Savills ini juga melaporkan 50% pemilik rumah di dunia memutuskan untuk membeli properti kedua dengan maksud menyewakannya dalam jangka pendek.

Baca Juga: Beberapa Hal Ini Perlu Dipahami Praktisi Properti di Era Ekonomi Digital

Mereka melakukan itu karena berbagai alasan. Namun, mayoritas mengatakan menggeluti bisnis real estat tersebut karena tergiur pendapatan tambahan yang didapat.

Oleh karena itu, Savills melaporkan bahwa diprediksi pasar rumah sewa dan penginapan di sepuluh negara tersebut akan berjalan positif di tahun-tahun mendatang.

“Di masing-masing negara dalam survei, sepertiga pemilik telah melihat tingkat pemesanan mereka meningkat selama setahun terakhir, sementara 45% lebih lanjut mengatakan tetap sama,” tandas Savills.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda