Akses Tol Baru Tingkatkan Potensi Bisnis ModernCikande

Di 2018, diperkirakan sekitar 45 - 50 hektar lahan bisa terjual. Target tersebut tidak berlebihan, mengingat sudah ada 16 perusahaan yang berminat masuk.

I Wayan Satia, General Manager Operasional ModernCikande (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Serang) – Dibukanya pintu tol Cikande—yang ditargetkan akhir tahun ini—bisa membawa berkah bagi kawasan industri ModernCikande. Selain mempermudah akses, kehadiran pintu tol ini juga diharapkan bisa meningkatkan capital gain.

I Wayan Satia, General Manager Operasional ModernCikande menerangkan, harga lahan yang dipatok per meter persegi berkisar Rp2 juta. Harga lahan biasanya naik 10% per tahun.

Baca Juga: Punya Banyak Kelebihan, ModernCikande Jadi Kawasan Industri Percontohan

“Namun dengan dibukanya pintu tol Cikande yang jaraknya hanya 900 meter dari ModernCikande, kenaikan harga lahan bisa lebih dari 10%, tergantung permintaan pasar,” jelasnya kepada sejumlah juru warta, Selasa (5/12/2017).

Hingga Desember 2017, anak usaha PT Modernland Realty, Tbk. ini membukukan penjualan 35 hektar lahan industri dari target 40 hektar. Menurut Wayan, hal ini disebabkan pasar properti yang masih lesu.

“Gejolak politik di Indonesia juga membawa pengaruh bagi sektor industri, terutama para investor dari luar negeri yang menunggu kepastian ekonomi dan politik. Mereka biasanya wait and see,” tutur Wayan.

Untuk itu, pihaknya melakukan strategi jemput bola. Jika biasanya kami hanya menunggu investor masuk, sekarang kami juga mengikuti beberapa pameran di luar negeri untuk memperkenalkan ModernCikande.

Baca Juga: Hotel Swiss-Belinn ModernCikande Banten Beroperasi Akhir 2017

Di 2018, Wayan memerkirakan sekitar 45 – 50 hektar lahan bisa terjual. menurutnya, target tersebut tidak berlebihan, mengingat saat ini sudah ada potensi 30 hektar yang diminati 16 perusahaan dari dalam dan luar negeri.

“Hanya saja, membeli lahan industri tidak seperti membeli rumah yang satu atau dua kali survei langsung deal. Survei lahan industri bisa memakan waktu cukup lama, hingga enam atau tujuh bulan,” urainya.

Hunian dan Fasilitas Komersial
Tak hanya membangun kawasan industri, Modernland juga mengembangkan hunian di dekat ModernCikande. Sebagian besar merupakan hunian sederhana yang dihuni karyawan yang bekerja di ModernCikande.

“Sejak ModernCikande dikembangkan di dekade 1980-an, perumahan juga sudah dibangun. Saat ini sudah ada sekitar 7.000-an unit rumah. Yang terakhir menempel dengan tahap enam ModernCikande, yakni Puri Kencana,” jelas Wayan.

Baca Juga: Modernland Luncurkan Rumah Subsidi di Serang

Dari target 900 unit tahun ini, imbuhnya, sekarang sudah terbangun 680 unit. Menawarkan tipe 27, 36, dan 45, Puri kencana mematok harga Rp123 juta – Rp144 juta per unit. Unit terkecil merupakan hunian subsidi.

Selain hunian, ModernCikande juga akan dilengkapi fasilitas komersial di area gerbang masuk, di dekat Hotel Swiss-Belinn ModernCikande yang ditargetkan rampung akhir 2017 ini.

“Lahannya sekitar satu hektar, bentuknya (area komersial) akan seperti ModernWalk. Mungkin tahun depan bisa dibangun, jika sudah ada crowd dari hotel,” kata Wayan.

ModernCikande memiliki izin lahan seluas 3.175 hektar. Saat ini lahan yang telah dibebaskan berkisar 2.000-an hektar, sementara lahan yang telah dikembangkan sebesar 1.400 hektar.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com
 

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda