Alligator Property: Hindari Investasi “Besar Pasak dari Tiang”

Broker-broker di Amerika Serikat sering bilang, “this area is not so good for investment. It’s alligator property”. Apa Maksudnya?

RumahHokie.com – Secara harfiah, “alligator property” berarti “properti buaya”. Binatang ini makan tanpa perasaan. Maksudnya ya makan nggak berasa.

Buaya tak punya lidah dan tidak juga mengunyah. Gigit langsung telan. Beda dengan kita yang harus dengerin dulu Farah Quinn ngajarin bikin chicken shredded marinate with cheddar yawn. Walah, ternyata ayam suwir yang biasa ada di angkringan tuh.

“Alligator property” adalah negative cashflow dimana Anda beli properti ternyata lebih banyak nombok daripada terima duit.

Akibatnya, Anda punya properti malah jadi beban. Bayar PBB, service charge/IPL, iuran RT, coret sertifikat karena pemekaran wilayah, BPHTP, bayar listrik/air/gas, renovasi, TV kabel, dan sumbangan kegiatan. Pendapatan nol karena suami nggak bayar sewa.

Duit Anda habis dicaplok nggak terasa. Ini yang namanya properti buaya.

Broker-broker di Amrik suka bilang, “this area is not so good for investment. It’s alligator property”. Atau kalau Anda demen nonton episode-episode “Listings” di TV kabel, kata-kata ini kadang muncul (ilmu saya tinggi lho!).

Mengapa terjadi begini? Kesalahan terletak pada saat Anda membeli, karena yang dipikirin adalah keuntungan jual (capital gain). Gaya investasi orang Melayu memang mikir yang jauh, sedangkan yang di depan mata diabaikan.

Elemen paling penting dari kepemilikan properti adalah jika tidak merongrong banyak biaya sehari-hari (cash flow). Maka Anda sekarang mikir. Beli landed yang banyak cash outflow atau apartemen yang simple dan one cost for all.

Mau yang huni langsung nggak mikir ini itu? Ya beli dan tinggal di kuburan. San Diego Hills. Eit, pamit dulu Bro. Ngaku dulu dan kasih tahu bahwa ruko harus bagi dua. Setengah buat Mami, setengah buat Dinda.

Di Amrik ada Home Owner Association (HOA), di Afsel ada Body Corporate. Indonesia ada tamu-tamu yang tiba-tiba datang bawa map minta sumbangan.

Namanya “gotong-royong”. Anda harus partisipasi karena kalau mati “digotong” banyak orang. Lalu di “royong” ke dalam tanah.

Memang, selagi hidup jangan seperti buaya. Makan tanpa perasaan. Kawin tanpa perasaan. I love u dong. Kasih dong ATM ke mama. Setelah itu buka account baru. Dasar alligator!

Bersama F. Rach Suherman F. Rach Suherman
Mentor investasi properti nasional ini sebelumnya menjabat CEO di tiga perusahaan properti yang berbasis di Indonesia. Saat ini Suherman juga menjadi dosen dan aktif memberi seminar, pelatihan, dan konsultansi untuk perencanaan dan pemasaran properti.

Bila Anda memiliki pertanyaan, kirimkan ke: redaksi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda