Mau Beli Rumah Baru, Pelajari Dulu Tata Caranya

Membeli rumah tak semudah ucapan para staf marketing developer. Anda juga harus mengadakan survei ke lokasi serta memeriksa cara pembayaran rumah.

rumah-menengah-metland-cileungsi-rumahhokie-dok
Rumah menengah (Foto: Dok. RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Membeli rumah tak semudah ucapan para staf marketing pengembang perumahan. Pasalnya, Anda sebagai calon pembeli juga harus mengadakan survei ke lokasi serta memeriksa cara pembayaran rumah tersebut.

Sebelum membahas tata cara dan tips membeli rumah baru, ada baiknya Anda mengetahui kelebihan dan kekurangan rumah baru dibanding rumah bekas (second).

Kelebihan dan Kekurangan Rumah Baru
Ada beberapa keuntungan bagi Anda yang membeli rumah baru:

  • Desain dan ukuran bangunan dapat dipilih sesuai selera.
  • Bahan bangunan dapat diketahui dari spesifikasi.
  • Hanya membutuhkan sedikit biaya finishing.
  • Lebih mudah dirawat.
  • Fasilitas lingkungan baru.
  • Cara pembelian lebih mudah, hanya ke developer dan bank. Bisa juga membeli langsung dari penjual (perorangan) secara tunai.
  • Investasi baik, karena setelah kawasan berkembang, nilai tanah dan bangunan juga meningkat.

Baca Juga: Cara Tepat Menjual Rumah dengan Cepat

Di sisi lain, ada pula kelemahan membeli rumah baru:

  • Lokasi cenderung jauh dari sentra aktivitas.
  • Saat membeli, biasanya bangunan belum dapat dihuni. Anda hanya bisa melihat bentuk rumah dari gambar brosur yang terkadang tak sama dengan aslinya.
  • Lingkungan kadang belum terbentuk dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menjadi benar-benar hidup.
  • Fasilitas umum dan kawasan bisnis belum tentu sudah tersedia.
  • Pajak relatif lebih mahal dari rumah lama.
  • Risiko investasi lebih besar daripada rumah second dengan kawasan yang sudah terbangun.
  • Para penghuni butuh waktu lebih lama untuk beradaptasi karena sistem sosial belum berjalan normal.

Baca Juga: Tips Lengkap Sebelum Membeli Rumah Second

Tujuh Tips Membeli Rumah Baru
Setelah mempertimbangkan keuntungan dan kerugian membeli rumah baru, ada tujuh langkah penting yang harus dilakukan:

1. Mengadakan Perbandingan
Lakukan perbandingan rumah yang akan dibeli dengan rumah-rumah yang berada di sekitarnya, dalam hal desain, bentuk arsitektur, dan lingkungannya.

2. Mengumpulkan Informasi
Kumpulkan selengkap mungkin informasi rumah yang akan dibeli, seperti status tanah dan bangunan, kepemilikan, serta harga yang ditawarkan. Jangan membeli perumahan yang banyak dibeli spekulan, karena perumahan tersebut pasti akan sepi penghuni. Hal ini akan berpengaruh pada perkembangan harga rumah.

3. Mengamati Kondisi Rumah
Perhatikan secara teliti kondisi bangunan, tata letak, dan interior rumah. Bila perlu, jelajahi setiap ruangan dan tanyakan semua secara detail kepada pemilik atau pengembang.

4. Mempelajari Harga Pasar
Kumpulkan dan bandingkan harga-harga rumah yang berlaku saat ini, di wilayah tersebut dengan jenis rumah yang sama. Dengan mempelajari pasaran harga, akan ditemukan harga yang terbilang wajar dan tidak mahal.

5. Meminta Pendapat Pihak Ketiga
Mintalah pendapat dari pihak lain (second opinion) tentang rumah yang diinginkan. Pihak ketiga yang dapat diminta pendapatnya antara lain orang tua, sahabat, agen properti, atau penilai profesional, yang dapat menilai secara objektif mengenai kondisi dan harga rumah tersebut.

6. Menghubungi Notaris
Gunakan jasa Notaris untuk membantu proses transaksi pembelian rumah. Sebab, masalah hukum dalam jual-beli rumah adalah hal kompleks, agak rumit, dan memerlukan kepastian hukum.

7. Mengatur Sistem Pembayaran
Pembayaran atas transaksi rumah harus diatur dengan baik. Akan lebih baik jika sistem pembayaran dilakukan dengan mudah dengan meminimalkan risiko kejahatan bagi kedua belah pihak, seperti melakukan pembayaran melalui transfer bank.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda