Apa Dampak Virus Corona Terhadap Pasar Properti Indonesia?

Dengan keterlibatan asing yang sangat kecil di pasar penjualan properti Indonesia, dampak langsung dari investor China menarik kembali sebagai dampak dari wabah Virus Corona, pada dasarnya tidak signifikan.

hotel-swiss-bel-belitung-wisatawan-pariwisata-anto-erawan-rumahhokie-dok
Sektor pariwisata paling terkena imbas wabah virus corona. (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Sebagai negara berpopulasi besar dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, China merupakan salah satu pasar terbesar untuk bisnis pariwisata global. Namun apa daya, di awal  2020, wabah Virus Corona atau Novel Coronavirus Acute Respiratory Disease (COVID-19) yang berasal dari Wuhan, China, secara signifikan mengurangi jumlah wisatawan internasional asal China dan berdampak pada banyak sektor bisnis.

Di sektor properti, warga asal China dianggap sebagai pembeli terbesar di dunia. Bagi negara-negara di mana warga China adalah pembeli properti asing yang dominan—seperti Hong Kong, Australia, Amerika Serikat, Singapura, dan Thailand—penarikan kembali unit-unit properti yang dipasarkan menjadi hal yang tidak terhindarkan.

Baca Juga: Setelah Korban Jiwa, Virus Corona Kini Lumpuhkan Bisnis Properti Wuhan

Thailand saat ini menjadi tujuan populer bagi pembeli properti asal China, di mana setidaknya sebanyak USD2,3 miliar investasi berasal dari China. Di AS, pembeli asal China merupakan salah satu pembeli asing terbesar untuk properti residensial.

Tercatat, 15% dari total unit yang terjual dalam transaksi internasional AS diserap oleh pembeli asal China yang menghabiskan hampir USD30,4 miliar di 2018.

Semakin banyak siswa China yang pindah ke Australia untuk belajar juga mendorong lebih banyak pembelian properti oleh warga China di Negeri Kanguru tersebut, dengan transaksi mencapai USD17,4 miliar di 2018.

Pengaruh Virus Corona Bagi Properti Indonesia
Tidak seperti negara-negara itu, properti Indonesia pada dasarnya merupakan pasar domestik, di mana hampir seluruh penjualan dikuasai penduduk lokal. Hal ini disebabkan kebijakan pemerintah yang agak membatasi orang asing memiliki properti di Indonesia.

Secara hukum, hanya orang asing dengan visa kerja sah yang berhak memiliki properti hunian dengan kepemilikan ‘Hak Pakai’ sertifikat tanah (Hak Pakai).

Baca Juga: Dampak Wabah Virus Corona Menghantam Pasar Properti Hong Kong

Dengan keterlibatan asing yang sangat kecil di pasar penjualan properti Indonesia, dampak langsung dari investor China menarik kembali sebagai dampak dari wabah COVID-19 pada dasarnya tidak signifikan. Demikian hasil riset Savills World Research bertajuk “Briefing COVID-19 Impact” yang diterima Redaksi RumahHokie.com.

Meskipun pasar properti diprediksi tidak akan terpengaruh oleh wabah virus, namun Savills memperkirakan wabah ini kemungkinan masih bisa mengganggu ekonomi Tanah Air. Pembatasan perjalanan baru-baru ini dan ketakutan akan epidemi telah mengakibatkan lambatnya kegiatan pariwisata internasional, karena bisnis pariwisata lebih sensitif selama situasi kesehatan global masih berisiko.

Perhotelan Kena Imbas
Pada tahun 2018, setidaknya 15,8 juta turis asing datang ke Indonesia dan sekitar 14% (sekitar 2,13 juta) tercatat sebagai warga negara China. Di antara tujuan wisata di Indonesia, Bali telah menjadi tujuan paling populer bagi wisatawan China, di mana setengah dari wisatawan China di Indonesia menjadikan Bali sebagai tujuan liburan mereka.

Industri hotel berkembang dan terus menguntungkan seiring dengan keberadaan Bali sebagai tujuan wisata favorit dunia. Berdasarkan rata-rata pengeluaran pengunjung asing, pengeluaran terbesar dihabiskan untuk hotel dan akomodasi (sekitar 31,3% dari total pengeluaran) dengan rata-rata delapan hari menginap per kunjungan.

Baca Juga: Perhatikan Pendingin Ruangan Anda Guna Antisipasi Virus Corona

Menurut berita yang beredar di media, pada Januari 2020, hampir 10.000 turis China membatalkan perjalanan liburan mereka ke Bali karena wabah coronavirus. Selain itu, dengan banyak pembatasan perjalanan yang diberlakukan oleh beberapa negara, diharapkan jumlah wisatawan dari mancanegara juga dapat menurun untuk mengantisipasi potensi epidemi.

Secara keseluruhan, Savills memprediksi sektor perhotelan Indonesia—seperti  banyak negara lain di kawasan Asia Pasifik—sementara akan mengalami pelemahan setelah menurunnya wisatawan asing dan perjalanan internasional.

Oleh karena itu, diperkirakan akan terjadi penurunan hunian hotel di sejumlah tujuan wisata, seperti Bali, Lombok, dan Batam di kuartal berikutnya sampai ada solusi efektif dan langkah-langkah global untuk mengendalikan Virus Corona.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda