AREA Indonesia Dorong Sertifikasi Agen Properti Tanah Air

Saat ini di Indonesia ada sekitar 100 ribu agen properti yang tentunya memiliki potensi pendapatan bagi negara dari sektor pajak.

Foto: Dok. AREA Indonesia

RumahHokie.com (Jakarta)Broker properti menjadi profesi pilihan sebagian orang, lantaran tidak membutuhkan modal besar dan jenjang pendidikan tertentu. Waktu kerja yang fleksibel dan penghasilan yang menggiurkan menjadi alasan banyak orang melirik profesi yang satu ini.

Kendati demikian, menjadi agen properti sukses memerlukan ilmu khusus, apalagi tingkat persaingan semakin tinggi.

Tony Eddy, Ketua Umum Aliansi Real Estate Agent (AREA) Indonesia mengatakan, saat ini di Indonesia ada sekitar 100 ribu agen properti yang tentunya memiliki potensi pendapatan bagi negara dari sektor pajak.

Kendati demikian, banyak agen properti yang belum terstandarisasi, padahal entry barrier ke sektor industri rendah.

“Di sisi lain, pasar bebas ASEAN yang bergulir menyebabkan persaingan antar-broker properti kian tinggi,” jelas Tony dalam seminar “Meraih Peluang Pasar Properti dengan Sertifikasi Profesi Real Estate Agent, Menjadi Real Estate Agent Sukses, Profesional dan Diakui Pemerintah” yang diinisiasi AREA, Rabu (22/3/2017).

Tony mencontohkan, di Bali, agen properti lokal hanya mendapat komisi 2% – 3%, sementara agen properti asing bisa mendapat 5%, padahal mereka belum tentu membayar pajak.

“Untuk itu, perlu ada asosiasi yang melakukan pelatihan khusus bagi agen properti sehingga bisa bersaing,” ujarnya.

Sebagai perbandingan, di Amerika Serikat ada asosiasi agen properti NAR (National Association of Realtors) sementara di Kanada ada CREA (Canadian Real Estate Association). Kendati demikian, di setiap negara bagian ada asosiasi-asosiasi lain.

“Para agen pun harus lulus tes sebelum mendapatkan izin operasi. Dan jika dia pindah ke negara bagian lain, dia harus mengikuti tes terlebih dahulu sebelum dapat izin. Nah, agen yang sudah berlisensi ini harus bergabung dengan kantor agen properti yang punya izin usaha—di Indonesia semacam SIUP4 (Surat Izin Usaha Perusahaan Perantara Perdagangan Properti),” papar Tony.

Dukungan dari BNSP
Lebih lanjut, Tony menambahkan, banyaknya permasalahan yang timbul di bisnis ini, yang mendorongnya untuk membentuk Aliansi Real Estate Agent (AREA) Indonesia. Jika tidak segera dibenahi, sambungnya, profesi agen real estat akan ditinggalkan masyarakat dan tidak lagi dihargai.

“Salah satu program utama yang dilakukan AREA Indonesia adalah, melakukan berbagai pelatihan dan training bagi para agen realestat, dengan tujuan memiliki kompetensi yang bisa diandalkan. Seluruh agen realestat yang menjadi anggota AREA Indonesia, wajib mengikuti pelatihan dan memiliki sertifikasi profesi,” jelas Tony Edy.

Sementara itu, Sumarna F. Abdurrahman, Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) memaparkan, BNSP berencana akan memperbanyak program sertifikasi profesi untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) di Tanah Air dalam menghadapi era pasar besar.

“AREA Indonesia adalah satu organisasi yang akan memberikan lisensi melalui LSP AREA Indonesia kepada para agen real estat,” katanya.

Sumarna berharap, AREA Indonesia bisa berperan aktif membantu program pemerintah, khususnya Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Perdagangan, dalam mempersiapkan profesi agen real estat yang memiliki kompetensi di industri properti dan real estat.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda