Asia Pasifik Kian Dilirik Investor untuk Bisnis Pusat Data Bersama

JLL memprediksi bahwa pendapatan yang berasal dari penyewaan pusat data bersama di kawasan Asia Pasifik akan mencapai peningkatan 40% dari pangsa pasar global di tahun 2020 mendatang.

Asia Pasifik Kian Dilirik Investor untuk Bisnis Pusat Data Bersama
Ilustrasi ruangan pusat data. (Foto: Google)

RumahHokie.com (Jakarta) – Konsultan properti global, Jones Lang Lassale (JLL) melaporkan investasi pusat data di kawasan Asia Pasifik terus mengalami peningkatan. Para investor semakin tertarik dengan pasar negara berkembang.

JLL Asia Pasifik melihat kondisi itu didorong oleh pertumbuhan penduduk yang cepat dan masuknya perusahaan e-commerce di kawasan tersebut.

Kondisi tersebut memacu pertumbuhan data yang dihasilkan dari berbagai produk dan layanan digital di kawasan meningkat dengan cepat.

Baca Juga: JLL: Volume Investasi Properti di Asia Pasifik Capai Rekor USD81 Miliar

“Ketika permintaan untuk penyimpanan data meningkat, banyak perusahaan mencari tempat
fasilitas penyewaan bersama, daripada memilikinya sendiri,” ujar Bob Tan, Director of Alternatives, JLL Asia Pasifik dalam siaran pers yang diterima RumahHokie.com, Selasa (23/10/2018).

Banyak perusahaan kini beralih menyimpan data yang mereka miliki di layanan cloud. Penyedia layanan data bersama terkemuka, seperti Google, Amazon, Microsoft, dan Alibaba bersaing untuk menambah zona cloud di kawasan Asia Pasifik.

JLL memprediksi bahwa pendapatan yang berasal dari penyewaan pusat data bersama di kawasan tersebut akan melampaui Amerika Serikat dengan peningkatan yang mencapai 40% dari pangsa pasar global di tahun 2020 mendatang.

Baca Juga: Bersama India dan Indonesia, Vietnam Jadi Pasar Properti Potensial di Asia

Bob melihat terdapat peningkatan jumlah investor yang ingin meningkatkan eksposur mereka ke sektor data center.

Hal itu disebabkan pusat data dinilai memiliki beragam manfaat dan cenderung mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi, dibanding jenis aset tradisional, seperti kantor atau ritel.

Menurut laporan baru yang dirilis JLL, juga menyebutkan para investor dan operator yang sudah mapan di kawasan Asia Pasifik berencana melebarkan sayap bisnisnya dengan membidik lokasi layanan pusat data bersama di luar lokasi utama, seperti Singapura, Hong Kong, Sydney dan Tokyo.

Baca Juga: JLL Investasikan USD100 Juta untuk Perusahan Rintisan Proptech Global

Selain di lokasi tersebut, konsultan properti global tersebut melihat para investor juga tertarik untuk menanamkan investasi dalam bidang pusat data bersama di Indonesia.

Ketertarikan itu didorong oleh meningkatnya penggunaan internet dan smartphone di Tanah Air serta prediksi pasar e-commerce Indonesia yang diproyeksikan akan mencapai USD60 miliar pada tahun 2020.

“Kami yakin bahwa banyak prospek untuk kawasan Asia Pasifik. Mengingat ukuran dan potensi pasar yang besar, kawasan ini menawarkan permintaan serta peluang pertumbuhan yang tinggi,” pungkas Bob.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda