Asian Games 2018 Pengaruhi Harga dan Permintaan Properti Komersial

Harga properti komersial tertinggi terjadi pada segmen convention hall, seiring dengan meningkatnya permintaan sebagai efek dari persiapan Asian Games 2018.

pembangunan-apartemen-nava-park-bsd-city-rumahhokie-anto-erawan-dok-2
Kenaikan pasokan terutama terjadi pada segmen apartemen, khususnya apartemen strata title di wilayah Banten (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Indeks Harga Properti Komersial pada kuartal II-2018 mengalami penurunan sebesar -0,16% (qtq), setelah mencatat kenaikan sebesar 0,54% (qtq) pada kuartal sebelumnya.

Berdasarkan Indeks Harga Properti Komersial Kuartal II-2018 yang dirilis Bank Indonesia, penurunan harga properti komersial terjadi pada segmen ritel (-2,43%, qtq), convention hall (-2,27%, qtq), dan hotel (-1,62%, qtq).

Tingkat persaingan ritel yang semakin ketat dan bertambahnya pasokan menyebabkan tarif sewa di beberapa daerah mengalami penurunan.

Baca Juga: Okupansi Kamar Hotel Diprediksi Terdongkrak Selama Asian Games 2018

Sementara itu, penurunan harga sewa convention hall dan hotel, terutama disebabkan oleh terbatasnya permintaaan terhadap kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) seperti rapat, acara pernikahan, pameran dan kegiatan lainnya selama bulan Ramadan.

Secara tahunan, kenaikan Indeks Harga Properti Komersial melambat menjadi menjadi 0,44% (yoy) dibanding 0,62% (yoy) di kuartal I-2018.

Baca Juga: KemenPUPR Lengkapi Fasilitas Wisma Atlet untuk Penyandang Disabilitas

Di kuartal II-2018, kenaikan harga properti komersial tertinggi terjadi pada segmen convention hall (6,30%, yoy), terutama di wilayah Palembang sejalan dengan meningkatnya permintaan sebagai efek multiplier dari persiapan Asian Games 2018.

Sementara itu, penurunan harga terdalam terjadi pada segmen hotel (-5,42%, yoy) yang disebabkan oleh penyesuaian harga, baik untuk meningkatkan permintaan saat low season pada bulan Ramadan maupun akibat persaingan usaha hotel baru, terutama di wilayah Jabodebek dan Makassar.

Pasokan Apartemen Naik
Secara kuartalan, Indeks Pasokan Properti Komersial pada kuartal II-2018 meningkat 0,18% (qtq), lebih rendah dibandingkan 1,79% (qtq) pada kuartal sebelumnya.

Pertumbuhan pasokan terutama berasal dari segmen ritel (1,95%, qtq), khususnya ritel sewa di wilayah Makassar (46,86%, qtq) sejalan dengan pengembangan Phinisi Point dan Nipah Mall. Selain Makassar, wilayah Banten juga menunjukkan penambahan pasokan ritel sewa, khususnya di Cilegon (6,75%, qtq).

Baca Juga: Sektor e-Commerce dan Logistik Angkat Kinerja Properti Komersial

Secara tahunan, indeks pasokan properti komersial mengalami kenaikan lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya, yaitu dari 2,57% (yoy) pada kuartal sebelumnya menjadi 2,65% (yoy). Kenaikan pasokan terutama terjadi pada segmen apartemen (9,29%, yoy), khususnya apartemen jual (strata title) di wilayah Banten.

Asian Games Dongkrak Permintaan
Indeks Permintaan Properti Komersial pada kuartal II-2018 tumbuh sebesar 0,29% (qtq), lebih rendah dibandingkan 1,14% (qtq) pada kuartal sebelumnya.

Pertumbuhan permintaan terhadap properti komersial terutama berasal dari segmen convention hall (2,46%, qtq), khususnya convention hall di wilayah Palembang (10,38%, qtq) sejalan dengan kegiatan persiapan Asian Games 2018.

Baca Juga: Siap Dihuni, Begini Penampilan Wisma Atlet Kemayoran yang Nyaman

Sementara itu berdasarkan wilayah, peningkatan permintaan properti komersial tertinggi terjadi di Denpasar (6,67%, qtq) khususnya pada segmen apartemen sewa dan Makassar (2,42%, qtq) terutama segmen ritel sewa.

Permintaan terhadap properti komersial secara tahunan juga mengalami kenaikan sebesar 1,98% (yoy), lebih tinggi dibandingkan 1,92% (yoy) pada kuartal sebelumnya. Kenaikan permintaan tertinggi terjadi pada segmen apartemen (8,73%, yoy), terutama apartemen jual di hampir seluruh wilayah.

Suku Bunga Kredit Menurun
Penyaluran kredit, khususnya kredit konsumsi pada kuartal II-2018 (per Juni) tercatat sebesar 5,62% (yoy), tumbuh melambat dibandingkan 11,51% (yoy) pada kuartal sebelumnya.

Hal ini disebabkan oleh penurunan kinerja di seluruh jenis kredit kepemilikan, khususnya kredit kepemilikan flat/apartemen tipe kecil dan kredit kepemilikan ruko yang tercatat masing-masing sebesar -11,31% (yoy) dan -8,79% (yoy), lebih dalam dibandingkan -9,14% (yoy) dan -1,63% (yoy) pada kuartal I-2018 (per Maret).

Baca Juga: Pasar Kondominium Jakarta Belum Juga Bergairah

Suku bunga perbankan pada kuartal II-2018, khususnya suku bunga kredit konsumsi dan suku bunga kredit kepemilikan flat/apartemen secara umum menurun dibandingkan kuartal sebelumnya.

Rata-rata tingkat suku bunga kredit konsumsi tercatat sebesar 12,29% per tahun, lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya 12,47% per tahun.

Penurunan suku bunga terbesar terjadi pada kredit kepemilikan flat/apartemen khususnya tipe menengah (22 m2 – 70 m2) dari 10,03 % menjadi sebesar 9,75% per tahun dan tipe besar (lebih besar dari 70 m2) dari 9,35% menjadi sebesar 9,04% per tahun.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda