Asian Games Jadi Pemicu Meningkatnya Pasar Properti Komersial

Bank Indonesia mencatat, sektor convention hall di Palembang dan perhotelan di Bandung meningkat seiring penyelenggaraan Asian Games 2018.

apartemen azalea suites - cikarang - by anto erawan
Pembangunan apartemen (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta)Bank Indonesia melaporkan, Indeks Harga Properti Komersial pada kuartal III-2018 secara kuartalan meningkat sebesar 0,03% (qtq), lebih tinggi dibandingkan kontraksi -0,16% (qtq) pada kuartal sebelumnya.

Dalam hasil survei Perkembangan Properti Komersial kuartal II-2018, Bank Indonesia mencatat kenaikan harga properti komersial terutama terjadi pada segmen convention hall (7,03%, qtq) dan hotel (4,73%, qtq).

Baca Juga: Asian Games 2018 Pengaruhi Harga dan Permintaan Properti Komersial

Peningkatan harga di sektor convention hall dan hotel khususnya terjadi di wilayah Jabodebek. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya permintaaan terhadap kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) yang mulai terlihat pasca Hari Raya Idul Fitri di Juni 2018.

Secara tahunan, kenaikan Indeks Harga Properti Komersial meningkat dari 0,43% (yoy) pada kuartal sebelumnya, menjadi 0,50% (yoy) pada kuartal III-2018.

Baca Juga: Sektor e-Commerce dan Logistik Angkat Kinerja Properti Komersial

Peningkatan harga properti komersial tertinggi terjadi pada segmen convention hall (17,86%, yoy) terutama di Palembang, sejalan dengan pelaksanaan kegiatan Asian Games 2018. Di sisi lain, tarif hotel dan tarif sewa/harga jual ritel masing-masing mengalami penurunan sebesar -7,01% (yoy) dan -2,37% (yoy).

Suplai Perkantoran Naik Paling Signifikan
Indeks Pasokan Properti Komersial pada kuartal III-2018 secara kuartalan meningkat 0,35% (qtq). Angka ini lebih tinggi dibandingkan 0,20% (qtq) pada kuartal sebelumnya. Pertumbuhan pasokan terutama berasal dari segmen perkantoran (2,41%, qtq), khususnya perkantoran jual di wilayah Jabodebek.

Hal ini sejalan dengan mulai beroperasinya beberapa gedung di wilayah CBD Jakarta (Prosperity Tower dan Treasury Tower di Distric 8, dan Mangkuluhur Tower di Jalan Jenderal Gatot Subroto) dan di luar CBD Jakarta (St. Moritz Office Tower di Puri Indah).

Baca Juga: Properti Komersial Bandung: Suplai Tertinggi, Harga Turun Signifikan

Di samping perkantoran, pasokan segmen apartemen juga tumbuh sebesar 1,08% (qtq), khususnya apartemen sewa di wilayah Surabaya.

Secara tahunan, Indeks Pasokan Properti Komersial juga tumbuh menguat dari 2,68% (yoy) pada kuartal sebelumnya menjadi 2,94% (yoy) pada kuartal III-2018.

Kenaikan pasokan terutama terjadi pada segmen apartemen (10,37%, yoy), khususnya apartemen jual (strata title) di wilayah Banten. Pada kuartal III-2018, di Banten terdapat penambahan 1.043 unit apartemen dari dua developer yaitu Burj Millenia dan Urban Town Serpong Tower I.

Permintaan Hotel Meningkat
Indeks Permintaan Properti Komersial pada kuartal III-2018 tumbuh sebesar 0,42% (qtq), lebih tinggi dibandingkan 0,29% (qtq) pada kuartal sebelumnya.

Pertumbuhan permintaan terhadap properti komersial terutama berasal dari segmen hotel (8,26%, qtq), khususnya di wilayah Bandung (16,59%, qtq) yang didominasi oleh permintaan dengan tujuan leisure, kegiatan rapat pada sektor pemerintahan dan swasta, dan penyelenggaraan Asian Games 2018—ada lima cabang olahraga yang diselenggarakan di Bandung.

Baca Juga: Untung Rugi Investasi Properti Residensial dan Komersial

Selain itu, kenaikan permintaan yang cukup tinggi juga berasal dari segmen convention hall (5,95%, qtq) dan perkantoran (2,02%, qtq).

Permintaan terhadap properti komersial secara tahunan juga mengalami kenaikan sebesar 2,18% (yoy), lebih tinggi dibandingkan 1,97% (yoy) pada kuartal sebelumnya. Kenaikan permintaan tertinggi terjadi pada segmen apartemen (8,51%, yoy), terutama apartemen jual di hampir seluruh wilayah.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda