Asosiasi: Era Industri 4.0, Hotel Dituntut untuk Tampil Instagramable

Munculnya inovasi teknologi dalam revolusi industri 4.0, membawa dampak kuat terhadap tren rancangan interior hotel, sekaligus furnitur dan ornamen yang digunakan.

tren desain interior hotel, bisnis perhotelan, revolusi industri 4.0
Ilustrasi hotel. (Foto: istimewa)

RumahHokie.com (Jakarta) – Era revolusi 4.0 yang berpusat pada penggabungan sistem Internet of Things (IoT), mekanisme fisik dan teknologi cyber, telah mengubah paradigma banyak orang dalam berbagai bidang, termasuk bisnis perhotelan di Indonesia.

Munculnya inovasi teknologi dalam revolusi industri 4.0, membawa dampak kuat terhadap tren rancangan interior hotel, sekaligus furnitur dan ornamen yang digunakan. Pergeseran zaman itu juga memengaruhi bisnis hospitality secara keseluruhan.

Menanggapi hal tersebut, Dina Hartadi, Wakil Ketua Umum Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Pusat, mengatakan saat ini interior menjadi salah satu nilai jual serta daya tarik hotel, selain fasilitas dan kenyamanan.

Baca Juga: Kunjungan Turis Meningkat 10%, Bali Dibanjiri Pasokan Hotel Mewah

“Kini hotel-hotel dituntut untuk mempercantik diri sesuai perilaku konsumen. Tantangan bagi para manajemen hotel dan desainer untuk menciptakan desain ruangan tidak sekedar sesuai dengan konsep, akan tetapi juga harus mengikuti tren, terutama di kalangan milenial,” ucap Dina ketika ditemui RumahHokie.com beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut dia menerangkan, era revolusi industri 4.0 turut memberi dampak pada pengelolaan berbagai ruangan di hotel.

Desain pada area sosial space atau ruang komunal menjadi penting untuk diangkat pada saat ini. Misalnya, area lobby hotel ataupun resto yang dapat dirancang lebih interaktif dan instagramable.

Baca Juga: Trend Forecasting Bantu Produsen Interior untuk Diterima Pasar

“Desain tata ruang hotel yang instagramable seringkali menjadi magnet bagi wisatawan untuk membagikannya ke media sosial dan internet. Untuk itu, perlu adanya furnitur dan ornamen yang sesuai dengan karakter hotel serta tren yang sedang berkembang di publik,” kata Dina.

Ia berujar, Kalau diperhatikan desain produk furnitur pun berkembang mengikuti zaman. Contohnya, kursi-kursi rotan yang dahulu dibuat bulky, saat ini cenderung memiliki bentuk yang lebih ringkas, simpel dan multifungsi serta dilaburi beraneka warna.

Menurutnya industri interior, khususnya perhotelan merupakan bisnis selalu yang mengikuti tren perkembangan zaman.

Baca Juga: 5 Hal yang Akan Mengisi Tren Interior Rumah di Tahun 2019

Jika dahulu masa pakai interior bisa mencapai 10 tahun, namun kini para tamu yang menginap memerlukan ‘pengalaman ruang’ yang baru. Maka, wanita yang aktif pula sebagai desainer itu menyarankan, renovasi hotel bisa dilakukan dalam periode 3 tahun hingga 5 tahun.

Gaya Eklektik Menjadi Tren
Seiring perkembangan teknologi di era industri 4.0, konsep desain yang akan berkembang dan menjadi tren di tahun ini diperkirakan mengarah pada gaya eklektik. Melalui konsep tersebut, setiap individu diberikan ruang bebas berkreasi dalam menata interior propertinya.

Dina memaparkan, gaya ekletik diartikan sebagai percampuran berbagai konsep desain dalam satu benang merah, sehingga memungkinkan terjadinya penggabungan ide dari berbagai zaman.

“Melalui konsep eklektik, furnitur beda zaman bisa masuk dalam satu konsep, bahkan dengan furnitur yang saat ini hadir lebih sarat teknologi,” pungkasnya.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda