ATR/BPN Godok Wacana Sertifikat Satu Lembar dengan Hologram

Kementerian ATR/BPN mengatakan, sejumlah daerah telah siap menjadi pilot project wacana sertifikat satu lembar tersebut.

sertifikat tanah shm - dok
Sertifikat Tanah

RumahHokie.com (Jakarta) – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyatakan, pelayanan pertanahan secara online adalah sebuah tuntutan zaman yang harus dipenuhi yang memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menerima pelayanan pertanahan.

Pasalnya, era digital seperti sekarang menyisakan tantangan baru bagi semua lini bisnis, terutama jajaran pemerintah untuk memberikan layanan yang berbasis online.

Baca Juga: Kementerian ATR/BPN Lakukan Digitalisasi Arsip Pertanahan

Untuk menjawab tantangan tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Himawan Arief Soegoto mengatakan, saat ini Kementerian ATR/BPN sedang mempersiapkan itu semua dengan melakukan digitalisasi data pertanahan.

“Digitalisasi itu akan selesai seluruhnya, seiring dengan selesainya pendaftaran tanah seluruh Indonesia,” kata Himawan, pada acara pengarahan kepada jajaran Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Tenggara di Kendari, Sabtu (2/3/2019) lalu.

Baca Juga: Kementerian ATR/BPN Kembangkan Aplikasi Penilaian Tanah Massal

Kendati demikian, Himawan Arief Soegoto mengingatkan kepada para petugas yang memasukkan data untuk berhati-hati dan cermat, karena dokumen pertanahan digital akan bersifat permanen.

Salah satunya dalam menginput data Nomor Induk Kependudukan (NIK) pemohon sertifikat yang harus sesuai dengan data di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat.

Baca Juga: Tahun ini, Kementerian ATR/BPN Rilis Aplikasi e-office dan Smart PTSL

“Kalau suatu saat diberlakukan pajak progresif, akan menyulitkan orang ini dan jadi masalah. Suatu saat jadi konflik di belakang hari. Jadi Bapak Menteri meminta masukanlah data digital yang baik. Dipindai dengan baik sehingga terekam dengan baik,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Himawan mengatakan bahwa pihaknya sedang menggodok wacana menuju sertifikat satu lembar dengan hologram sebagai sistem keamanan seperti yang sudah ditetapkan di sejumlah negara.

Baca Juga: Targetkan Jadi Institusi Berstandar Dunia, ATR/BPN Terapkan Tujuh Pilar

Dikatakannya, sejumlah daerah telah siap menjadi pilot project wacana sertifikat satu lembar tersebut.

Berbeda dengan sertifikat bentuk lama, cukup memindai hologram yang tertera dalam sertifikat satu lembar, data mengenai kepemilikan tanah sudah dapat diketahui. Bahkan, hologram tersebut dapat menentukan suatu sertifikat asli atau palsu.

“Itu berarti database kita harus baik. Untuk menuju itu, Bapak Menteri canangkan transformasi era digital tahun 2025,” pungkas Himawan.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda