ATR/BPN Rilis Layanan Hak Tanggungan Elektronik (HT-el), Bank BTN Jadi Pilot Project

Layanan Hak Tanggungan Elektronik (HT-el) digadang akan memberikan kemudahan bagi masyarakat, terutama yang ingin mengurus Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

ATR-BPN-BTN-Himawan-Arief-Soegoto-Sofyan-A.-Djalil-Oni-Febriarto-Rahardjo-rumahhokie-dok
Dari kiri ke kanan: Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Himawan Arief Sugoto; Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil; dan Plt Direktur Utama Bank BTN, Oni Febriarto Rahardjo berpose pada acara Soft Launching Layanan HT-el di Jakarta, Rabu, 4 September 2019. (Foto: istimewa)

RumahHokie.com (Jakarta) – PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk. ditunjuk Kementerian Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sebagai pilot project Layanan Hak Tanggungan Elektronik (HT-el).

Layanan anyar tersebut bertujuan mempercepat penyelesaian sertifikat hak tanggungan (HT) sebagai jalan keluar kedua (second way out) penerapan PSAK 71 (Pernyataan Standar Akutansi Keuangan) di Bank BTN.

Baca Juga: Bank BTN Optimistis Capai Target 2019, Ini Tiga Faktor Pendukungnya

Adapun, Hak Tanggungan (HT) merupakan jaminan pelunasan utang atas hunian termasuk tanahnya. Sertifikat HT tersebut akan memberikan wewenang kepada kreditur untuk melakukan tindakan seperti lelang atau penjualan agunan ketika terjadi kredit macet.

Plt Direktur Utama Bank BTN, Oni Febriarto Rahardjo mengatakan, perseroan merupakan lembaga perbankan yang pertama kali mengimplementasikan HT-el. Melalui layanan tersebut, lanjut Oni, dapat mempercepat penyelesaian sertitikat HT. Sertifikat HT sendiri bisa mempercepat mekanisme lelang sehingga Bank BTN tidak perlu membentuk pencadangan (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai/CKPN).

Baca Juga: Suprajarto Tampik Posisi Dirut BTN, Pengamat: Percayakan Direksi dari Internal

“Adanya HT-el ini akan menjadi langkah antisipasi kami sebelum membentuk pencadangan. Dengan langkah antisipasi ini beserta upaya peningkatan pencadangan yang kami lakukan, kami membidik rasio pencadangan kami di atas 100% pada 2020 nanti,” jelas Oni pada acara Soft Launching Layanan HT-el di Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Meminimalisasi Biaya
Oni mengungkapkan, sistem elektronik tersebut juga akan membantu Bank BTN dalam memantau pengerjaan HT. Layanan terbaru ini pun akan meminimalisasi biaya proses pendaftaran HT. Pasalnya, sertifikat tersebut akan didaftarkan langsung oleh bank selaku kreditur tanpa perantara notaris.

“Dengan begitu, biaya yang dibayar disesuaikan dengan nilai hak tanggungan. Biaya yang lebih murah juga akan menjadi gimmick menarik karena biaya proses kredit lebih terjangkau bagi para debitur,” tuturnya.

Baca Juga: Dana FLPP Habis, Bank BTN Beri Tiga Solusi KPR Rumah Murah

Lebih lanjut, Oni menyebutkan, hingga saat ini bank bersandi BBTN ini telah mempersiapkan berbagai hal teknis untuk mendukung pelaksanaan implementasi HT elektronik di BPN.

“Kami juga akan mensosialisasikan implementasi HT-el ke 102 kantor cabang dan enam kantor wilayah kami yang tersebar di seluruh Indonesia. Kami juga siap melakukan sosialisasi kepada seluruh notaris rekanan untuk menggunakan HT-el,” jelas Oni.

Baca Juga: Kredit Tumbuh 18,78%, Bank BTN Kejar Target Laba Rp2,6 Triliun

Per 31 Agustus 2019, total nilai HT yang didaftarkan Bank BTN yakni sebesar Rp26 triliun. Nilai tersebut terdiri atas HT untuk kredit konsumer sebesar Rp13,5 triliun dan kredit komersial sebesar Rp12,5 triliun. Sementara itu, total debitur yang didaftarkan dari HT tersebut sebanyak 28.239 debitur, dengan rincian 27.385 debitur konsumer dan 854 debitur komersial.

Berlaku Secara Nasional
Dalam kesempatan yang sama, Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil mengatakan, layanan elektronik ini akan memberikan kemudahan bagi masyarakat, terutama yang ingin mengurus Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Penerapan layanan pertanahan berbasis elektronik ini, imbuhnya, juga akan membuat kerja para kepala kantor pertanahan menjadi lebih mudah, ringan, dan cepat.

Baca Juga: RUU Pertanahan dan Redistribusi Melalui Lembaga Bank Tanah

Untuk tahap awal, Sofyan menyebutkan telah menunjuk 42 Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota sebagai pilot project layanan pertanahan elektronik yang terintegrasi.

“Di tahun depan, layanan ini akan berlaku secara nasional,” pungkas Sofyan A. Djalil.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda