Augmented Reality Homes dan Bisnis Promosi Properti

Teknologi jual-beli rumah seperti jalan di tempat. Tidak ada inovasi hi-tech dan kalah sama ojek. Masarin rumah miliaran pakai tripleks ditempel stiker.

Foto: hallaminternet.com

RumahHokie.com – Teknologi jual-beli rumah di Indonesia seperti jalan di tempat. Tidak ada inovasi hi-tech dan kalah sama ojek. Masarin rumah miliaran berbekal tripleks yang ditempel stiker.

Closing, komisi 3%. Bukan tugas broker nyiapin teknologi. Padahal tersedia banyak solusi.

Di Aussie, spesifikasi rumah bisa langsung diketahui di sign board tanda “For Sale” yang dipasang di depan properti. Anda cukup snap QR Code ke HP dan keluar tuh berapa jumlah kamar tidur/kamar mandi/dapur/KWH listrik dan lain-lain.

Sebagian bahkan berwujud 3D interior sehingga Anda secara virtual bisa bergerak seolah sedang berjalan meski cuma jari yang muter-muter layar HP.

Bicara seolah-olah, teknologi Augmented Reality (AR) sebetulnya sudah tersedia. Menggusur Virtual Reality (VR), sodokan AR memungkinkan Anda mencetak undangan launching apartemen berupa bahan khusus yang tipis seperti undangan khitanan, tapi saat dibuka, akan muncul “citra yang nyata dalam miniatur” empat dimensi sehingga “menambah” (augmented) daya pesona barang yang Anda tawarkan.

Ini kelak juga akan dipakai untuk promo aneka produk seperti sepatu yang diperagakan gadis-gadis manis. Wah, Anda justru bakal lihat belahan rok dan AR jadi lebih berhasil, karena jualan sepatu sekaligus rok.

Boleh jadi, acara-acara launching malah jadi usang karena konsumen langsung bisa “jalan-jalan ke unit-unit yang diaugmentasi, secara virtual” cukup dari rumah masing-masing.

Kalau suka, buka stok unit dan klik. Maka keluar wajah Suherman yang bicara untungnya beli unit berikut simulasi investasinya.

Begitu Anda mantap, klik “Pay”, maka Anda akan pindah menu ke M-Banking dan langsung dapat Virtual Account seperti yang sudah ada sekarang.

Waduh, keren ya. Tapi ini hanya cocok untuk model Mangkuluhur City yang harganya USD6.000/m2 dan Anda wajib beli 1.000 m2.

Beli RSS? Bukan Augmented Reality tapi Reality Show. Datang ke Tenjo sana, lewat kebon singkong dan peternakan bebek, baru nyampe.

AR segera akan marak dalam bisnis promosi kita. Termasuk pemasaran properti. Kenapa? Show unit apartemen atau rumah contoh tidak menjadi korelasi mutlak dalam keputusan konsumen membeli.

Ada ribuan orang yang beli tanpa lihat mock-up unit, karena hanya sulap mini dan aslinya jauh beda. Tapi kita terhibur dengan show unit karena bisa bujuk suami untuk bayar.

Cinta memang dari mata sih. Cuma hari gini, turunnya suka nyangkut di kantong sebelum turun ke hati.

Bersama F. Rach Suherman F. Rach Suherman
Mentor investasi properti nasional ini sebelumnya menjabat CEO di tiga perusahaan properti yang berbasis di Indonesia. Saat ini Suherman juga menjadi dosen dan aktif memberi seminar, pelatihan, dan konsultansi untuk perencanaan dan pemasaran properti.

Bila Anda memiliki pertanyaan, kirimkan ke: redaksi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda