Awal 2016, Kondominium Menengah-Bawah Kuasai Pasar

apartemen azalea suites - cikarang - by anto erawan
Pembangunan apartemen (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Program tax amnesty atau pengampunan pajak berdampak pada keputusan orang dalam membelanjakan uangnya di sektor properti seperti kondominium, terutama untuk produk kelas atas. Demikian hasil riset  yang dilakukan konsultan properti Cushman & Wakefield selama kuartal II-2016.

Pada Juni 2016 lalu, pasar kondominium di Jabodetabek terlihat stabil dengan tingkat penjualan kondominium eksisting tercatat 98,2%. Dibanding kuartal sebelumnya, angka tersebut belum beranjak, namun tercatat naik 0,5% dari angka pada Juni 2015.

Riset Cushman & Wakefield memperlihatkan, tingkat hunian kondominium di Jabodetabek tercatat pada 62,5%, atau turun 2,1% dari kuartal sebelumnya. Tingkat pra-penjualan (pre-sales) proyek kondominium baru turun 0,7% dibandingkan kuartal pertama menjadi 62,9%, dimana sebanyak 75.518 unit belum terserap pasar.

Keseluruhan transaksi selama kuartal II-2016 didominasi oleh proyek kelas menengah-bawah (65,4% dari total transaksi). Untuk metode pembayaran, cicilan bertahap 1-3 tahun, KPR, dan tunai keras mewakili porsi seimbang untuk pembelian proyek-proyek menengah ke atas; sementara pembeli dari kalangan bawah memilih pinjaman bank (KPR).

Cushman & Wakefield mencatat, tingkat pra-penjualan per segmen secara berurutan adalah 57,7% untuk kondominium kelas menengah-bawah, 67,1% untuk menengah, 57,9% untuk menengah-atas, dan 74,8% untuk atas.

Sementara itu, tingkat penjualan dari proyek apartemen subsidi (Rusunami) stabil dibandingkan kuartal pertama, yakni di angka 99,1%, dimana tingkat hunian mencapai 73,7%. Tingkat pra-penjualan proyek-proyek ini tercatat pada angka 61,3%.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda