Bagaimana Pekerja Sektor Informal Mendapat KPR dari Bank BTN?

PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk menargetkan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) mencapai 700.000 unit di 2018 mendatang.

direktur-utama-bank-btn-maryono-doorstop-rumahhokie-anto-erawan-dok
Direktur Utama Bank BTN, Maryono (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta)PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk menargetkan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) mencapai 700.000 unit di 2018 mendatang. Angka ini lebih tinggi dari pencapaian tahun ini sebesar 665.000 unit.

“Dari jumlah tersebut, sebanyak 60% hingga 70% adalah KPR subsidi,” ungkap Maryono, Direktur Utama Bank BTN, di sela acara perayaan HUT Bank BTN, Selasa (12/12/2017).

Baca Juga: Rayakan Ultah ke-41, Bank BTN Luncurkan Plaza KPR dan KPR Hotline

Di sisi lain, kendati 2018 kondisi politik Tanah Air diprediksi mulai menghangat, Maryono tetap optimistis KPR non-subsidi masih bisa terserap baik.

“Tahun politik tidak berpengaruh, karena kekurangan (pasokan) rumah masih besar,” imbuhnya.

Menyoal FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan), Maryono mengatakan di 2018 porsinya mungkin akan lebih besar, dan karena pemerintah memprioritaskan FLPP, maka Bank BTN akan mengikutinya.

Baca Juga: Catatkan Laba Rp2 Triliun di Kuartal III-2017, BTN Optimistis Tutup Tahun Ini dengan Manis

“Selain FLPP, fasilitas lain seperti SSB (subsidi selisih bunga) juga tetap berjalan, jadi ada dua sumber,” ujarnya.

Maryono menjelaskan, realisasi Program Sejuta Rumah ada di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR). Bank BTN adalah salah satu bagian pencapaian target.

“Jika Bank BTN bisa merealisasi 665.000 unit tahun ini, ditambah dengan pembiayaan lain, termasuk pembangunan rumah swadaya, Rusunami, dan hibah rumah, saya yakin angka satu juta bisa tercapai,” jelasnya.

Garap Sektor Informal
Terkait tabungan perumahan rakyat (Tapera), Maryono mengatakan fasilitas ini memberi manfaat yang lebih besar, karena bisa mengumpulkan dana besar, sehingga dapat membiayai perumahan dalam jumlah yang lebih banyak.

Tapera, imbuhnya, dapat membantu pekerja sektor informal memiliki hunian, seperti para nelayan, tukang bakso, tukang cukur, dan lain-lain.

“Kami membiayai berdasarkan community, jadi (penerima KPR dari sektor informal merupakan) rekomendasi ketua community,” kata Maryono.

Baca Juga: Rangkul Empat Perusahaan, Bank BTN Kucurkan KPR Rp1,03 Triliun

Kedua, imbuhnya, kredit dijamin oleh asuransi, jadi jika ada nasabah yang menunggak akan dibayar oleh pihak asuransi.

“(Cicilan KPR) ini sangat murah, sehingga sektor informal bisa mudah menbayar dengan angsuran fleksibel, bisa mingguan atau bulanan. Syaratnya, belum punya rumah. Atau bisa juga sudah punya rumah, tetapi digunakan untuk renovasi atau membeli lahan baru,” papar Maryono.

Kendati demikian, dia mengakui pasar ini belum tergarap maksimal tahun ini. Terbukti dari pencapaian kredit yang hanya mencapai 315 unit.

Anto Erawan 
anto.erawan@rumahhokie.com
  

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda