Bali Punya Restoran Bebas Limbah Pertama di Indonesia

Selain hanya menyajikan makanan ramah lingkungan, Resto Ijen juga mengolah limbah makanan untuk digunakan di pertanian lokal.

Ijen - Potato Head - Bali - rumahhokie - dok
Restoran Ijen (Foto: Inhabitat)

RumahHokie.com (Bali) – Menghilangkan sampah dan sisa makanan adalah tugas yang sulit bagi semua restoran. Namun, Ijen, sebuah restoran baru di Bali, telah menerapkan berbagai metode strategis untuk menjadi restoran bebas limbah (zero-waste) pertama di Indonesia.

Selain hanya menyajikan makanan dari sumber ramah lingkungan dan mengolah limbah sisa makanan untuk digunakan di pertanian lokal, restoran ini juga menggunakan material bekas pakai di hampir seluruh bangunan.

Baca Juga: Keunikan Resto Berbasis Material Anyaman

Ijen merupakan bagian dari Potato Head Beach Club, yang juga memiliki gerai di Jakarta, Hong Kong, dan Singapura.

Ijen - Potato Head - Bali - rumahhokie 2 - dok
Suasana di Restoran Ijen (Foto: Inhabitat)

Dinukil dari laman Inhabitat, desain dan pengoperasian venue terbuka di resto ini dirancang untuk mencerminkan etos perusahaan dalam menjalankan bisnis pelayanan tanpa limbah dengan dampak minimal bagi bumi.

Baca Juga: 5 Kafe dan Resto di Bogor Dengan Penampilan Interior yang Keren

Bangunan Restoran Ijen menampilkan sejumlah material ramah lingkungan yang sebagian besar terbuat dari bahan bekas pakai. Perabotan di bagian interior salah satunya terbuat dari sisa busa sepeda motor tua dan kayu Mersawa.

Lantai terbuat dari campuran semen yang dihias dengan pecahan piring dan barang pecah belah. Lilin-lilin yang berada di seluruh restoran menggunakan bahan bakar minyak goreng bekas.

Ijen - Potato Head - Bali - rumahhokie 5 - dok
Bahan-bahan sisa digunakan sebagai barang yang ber manfaat (Foto: Inhabitat)

Di sisi lain, serbet kain lama diberi sentuhan baru lewat pewarnaan. Bahkan, daftar menu pun dicetak di atas kertas daur ulang yang direkatkan pada papan yang terbuat dari ban daur ulang. Sementara, cara masak tradisional juga digunakan untuk meminimalkan emisi.

Baca Juga: Sensasi Kuliner di Resto Bernuansa Rumah Tradisional Thailand

Hal lain yang mengesankan dari resto ini adalah komitmen pengelola untuk bekerjasama dengan nelayan dan petani lokal guna menyediakan opsi menu masakan yang segar dan ramah lingkungan.

Wayan Kresna Yasa, Executive Chef Ijen menggandeng nelayan setempat untuk mencari ikan segar yang ditangkap menggunakan alat pancing. Sementara, sayuran segar dari pertanian dan nasi yang disajikan di restoran ini diambil dari sawah di Jatiluwih yang dilindungi UNESCO.

Ijen - Potato Head - Bali - rumahhokie 3 - dok
Bahan baku makanan diambil dari sumber yang ramah lingkungan dari produsen lokal (Foto: Inhabitat)

Kendati restoran ini berusaha menghabiskan semua makanan, ada berbagai metode yang digunakan untuk memanfaatkan kembali makanan sisa.

Baca Juga: Bernuansa Romantis, 5 Restoran Ini Cocok untuk Dinner Valentine

Untuk itu, staf Restoran Ijen harus memisahkan sampah organik dan non-norganik dengan cermat. Sisa makanan diberikan ke peternakan babi lokal atau dijadikan pupuk kompos.

Sementara itu, sisa-sisa cangkang kerang digiling menjadi bubuk dan digunakan dalam pakan ternak atau pupuk. Semua bahan-bahan kering dikirim untuk didaur ulang melalui layanan pengelolaan limbah lokal yang terpercaya.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda