Balitbang PUPR Kembangkan Bambu Laminasi, Material Pengganti Kayu Solid

Bambu laminasi adalah material yang mengalami pemrosesan, sehingga bentuk dan ketahanannya dapat menyerupai kayu solid dan dapat digunakan sebagai bahan bangunan alternatif.

Material bambu laminasi, Balitbang PUPR, material bangunan ramah lingkungan
Material bambu laminasi yang dikembangkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Balitbang PUPR) bisa digunakan untuk membangun beberapa bagian rumah. (Foto: Litbang PUPR)

RumahHokie.com (Jakarta) – Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA), terutama flora nan melimpah. Di negeri ini, terdapat banyak material alami yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan alternatif pengganti kayu untuk hunian ramah lingkungan.

Selain rotan, di Tanah Air pun terbilang mudah untuk mendapatkan material bambu, karena banyak dibudidayakan oleh masyarakat lokal.

Maka tak heran apabila Indonesia memiliki hutan bambu terluas keenam di dunia. Namun demikian, saat ini material alami itu belum dimanfaatkan secara maksimal.

Baca Juga: Ragam Elemen Dekorasi Ruang yang Terbuat dari Material Bambu

Padahal, bambu berpeluang besar dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan pembangunan yang ramah lingkungan.

Menjawab permasalahan tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Balitbang Kementerian PUPR) mengembangkan teknologi bambu laminasi.

Dikutip dari @KemenPU – akun Twitter resmi milik Kementerian PUPR, Selasa (04/02/2020), bambu laminasi adalah material yang mengalami pemrosesan, sehingga bentuk dan ketahanannya diklaim dapat menyerupai kayu solid.

Proses Pembuatan Bambu Laminasi
Bambu Laminasi dibuat dengan melalui beberapa proses pembuatan. Pertama, bambu dibelah menjadi lembaran-lembaran tipis.

Baca Juga: Hadapi Era Revolusi Industri 4.0, Ini Strategi Kementerian PUPR di Bidang Perumahan

Kemudian, diawetkan dengan zat kimia borac-boric atau boron dan dikeringkan, sehingga kandungannya berubah dan tidak disukai rayap.

Lalu lembaran bambu tersebut, direkatkan dengan lem Urea Formaldehyde untuk kebutuhan interior dan Polymer Isocyanate untuk kebutuhan eksterior. Lantas  di-press dengan mesin menjadi balok, papan, atau partisi beragam ukuran sesuai dengan kebutuhan.

Kegunaan Bambu Laminasi
Material alami inovasi Kementerian PUPR itu dapat diaplikasikan pada hampir seluruh komponen bangunan hunian tradisional, kecuali penutup atap.

Di samping untuk konstruksi bangunan rumah, bambu laminasi juga bisa digunakan sebagai bahan kerajinan tangan, daun pintu dinding tempel, parket lantai, furnitur, dan gazebo.

Baca Juga: Dirancang dengan Material Alami, Wings Bangun Sekolah di Sumba Timur

Saat ini bambu laminasi ciptaan Balitbang Kementerian PUPR telah diaplikasikan pada struktur rumah tradisional di Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali.

Pengembangan bambu laminasi oleh Balitbang PUPR diharapkan mampu mengatasi kelangkaan pemenuhan kayu sebagai bahan bangunan.

Sementara itu dalam siaran pers, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono berkomentar akan terus mendorong para peneliti di Balitbang untuk menghasilkan produk riset yang dapat diterapkan dalam mendukung kebijakan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur di Indonesia.

“Untuk mampu bersaing dalam konteks global, produk hasil penelitian Balitbang PUPR harus lebih murah, lebih cepat, dan lebih baik kualitasnya. Hasil penelitian harus dapat digunakan utamanya oleh Kementerian PUPR,” kata Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda