Gelar Munas Pertama, Pengembang Indonesia Targetkan Satu Hektar di Satu Kecamatan

Terbentuk sejak awal 2017, Pengembang Indonesia kini memiliki 400 anggota yang tersebar di 18 DPD di seluruh Indonesia.

musyawarah nasional - Munas - Pengembang Indonesia - 2018 - rumahhokie - dok
Pengembang Indonesia (PI) bertekad membangun perumahan satu hektar di satu kecamatan (Foto: istimewa)

RumahHokie.com (Jakarta) –  Organisasi developer properti Pengembang Indonesia (PI) bertekad membangun perumahan seluas satu hektar di setiap kecamatan.

Hal ini menjadi tema dalam Musyawarah Nasional (Munas) perdana Pengembang Indonesia yang bertajuk “Satu Hektar Satu Kecamatan”.

Baca Juga: Ini Dia Rumah Subsidi di Kawasan Bekasi, Tangerang, dan Bogor

Acara yang berlangsung 28 – 30 Oktober 2018 di Grand Cempaka Hotel, Jakarta ini dibuka oleh oleh Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) Khalawi Abdul Hamid, Senin (29/10/2018).

Dalam kata sambutannya, Khalawi mengatakan, tema tersebut sangat tepat dalam rangka mendukung Program Sejuta Rumah (PSR) yang dibesut Pemerintah.

“Pemerintah sangat mengapresiasi upaya dan perkembangan pesat yang telah ditunjukkan oleh PI. Ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa, apa yang menjadi tekad PI dalam mendukung program pemerintah. Konsep satu kecamatan satu hektar sangat strategis dalam menuntaskan backlog perumahan,” kata Khalawi.

Baca juga: Solusi Penyediaan Rumah Subsidi: Penyesuaian Harga atau Bank Tanah?

Dia menuturkan, hasil kerja bersama Pemerintah maupun swasta yang didukung masyarakat, terlihat jelas dalam pencapaian PSR empat tahun belakangan.

Tahun 2015 realisasi pembangunan rumah mencapai 699.770 unit. Tahun 2016 naik menjadi 805.169 unit rumah. Tahun 2017 lalu juga naik mencapai 904.758 unit.

“Sampai 24 September 2018 lalu, angkanya sudah mencapai 736.187 unit dan diyakini akan bertambah sampai akhir 2018 ini. Dari total ini, hampir 70% adalah rumah sederhana untuk MBR,” papar Khalawi.

400 Anggota di 18 DPD
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PI, Barkah Hidayat mengatakan, asosiasi yang dipimpinnya sangat fokus dalam membangun hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Ia juga menyebut, sebagai organisasi baru dalam industri properti, PI terus tumbuh dan semakin besar.

Baca Juga: PI Deklarasikan Diri Sebagai Organisasi Penyedia Perumahan Bagi MBR

“Kami menggelar Munas ini sebagai salah satu kewajiban untuk memenuhi regulasi pemerintah, sebagai asosiasi pengembang. Dan, alhamdulillah dalam tempo satu setengah tahun sejak berdiri, PI semakin profesional, dan telah menunjukkan perkembangan signifikan dalam berbagai aspek,” kata Barkah.

Sebagai organisasi pengusaha perumahan, khususnya rumah untuk bersubsidi, PI telah ikut berperan aktif membantu pemerintah dalam membangun rumah MBR di seluruh wilayah Indonesia.

“Sebanyak 400 anggota yang tersebar di 18 DPD seluruh Indonesia, PI telah ikut memberikan kontribusinya untuk sektor perumahan,” ujarnya.

Telah Bangun 50.000 Unit Rumah
Melalui program satu hektar satu kecamatan, PI memiliki semangat yang kuat bersama sama asosiasi perumahan lainnya mendukung program mulia yang dicanangkan pemerintah, yakni program sejuta rumah, dalam menutup defisit kebutuhan rumah yang masih belum teratasi.

“Dalam usia kurang dari dua tahun, anggota Pengembang Indonesia telah turut berkontribusi aktif sampai saat ini membangun 50 ribu unit rumah,” ungkap Barkah.

Baca Juga: Pengembang Indonesia Besut Konsep “Satu Hektar, Satu Kecamatan”

Dia memberikan contoh, DPD PI Sulawesi Selatan saat ini yang memiliki 164 anggota perusahaan yang terdaftar. Data terbaru yang disampaikan, hanya dari 80 anggota yang sedang membangun, tercatat 2000 hektar yang sedang dibangun dengan nilai proyek mencapai Rp1,1 triliun.

“Maka, untuk memotivasi para anggota DPD di seluruh Indonesia agar terus membangun rumah bersubsidi, pada Munas I ini  DPP juga memberikan apresiasi kepada DPD yang berprestasi dengan kategori, DPD PI paling aktif, DPD PI paling inovatif, DPD PI paling inspiratif dan DPD PI paling kreatif,” urai Barkah.

Baca Juga: Program Sejuta Rumah: Target, Kendala, dan Harga Rumah Subsidi

Selain itu, sambung Barkah, PI juga mendukung program pembinaan asosiasi pengembang perumahan yang dilakukan pemerintah, khususnya dalam program ARSAP 3 (Akreditasi, Registrasi, dan Sertifikasi Asosiasi Pengembang dan Pengembang Perumahan).

“Dari Regulasi ini diharapkan terjadi standarisasi kualitas bangunan, tersedianya data yang akurat agar bertemunya sisi supply dan demand perumahan,” pungkasnya.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda