Bangunan Rest Area KM 260B, Pabrik Gula Zaman Belanda yang ‘Terlahir’ Kembali

Dengan memanfaatkan kembali bangunan bekas Pabrik Gula Banjaratma, Rest Area KM 260B menjadi destinasi wisata yang baru bagi para pengguna jalan tol Trans Jawa.

Rest Area KM 260B, Banjaratma, Brebes, Pabrik Gula
Bagian fasad dari bangunan Rest Area KM 260B. Dahulu, bangunan ini merupakan Pabrik Gula Banjaratma yang didirikan oleh perusahaan asal Belanda pada tahun 1908. (Foto: Dok. PT PP Sinergi Banjaratma)

RumahHokie.com (Brebes) – Keberadaan Rest Area atau tempat istirahat dan pelayanan, bagi pengguna jalan tol sangat penting untuk melepas lelah, terlebih ketika musim mudik Lebaran yang baru saja dilalui bersama.

Nah, berbicara soal tempat istirahat dan pelayanan, ada kisah menarik dan unik dibalik berdirinya Rest Area KM 260B Heritage-Banjaratma yang terletak di jalur Tol Trans Jawa, tepatnya di ruas jalan Tol Pejagan-Pemalang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Kompleks seluas 10,4 hektar yang mulai dioperasikan pada Maret 2019 ini dibuat dengan memanfaatkan bangunan bekas Pabrik Gula Banjaratma yang didirikan pada tahun 1908.

Baca Juga: Menyerupai Gua Kuno, Museum Seni Ini Berada di Bawah Bukit Pasir

Rest Area KM 260B, Banjaratma, Brebes, Pabrik Gula
Hampir seluruh bagian gedung Pabrik Gula Banjaratma yang dibangun pada tahun 1908 ini sengaja dipertahankan keasliannya. (Foto: Dok. PT PP Sinergi Banjaratma)

Proses restorasi secara keseluruhan dirancang oleh firma D-Associates dengan tetap mempertahankan bentuk asli arsitektur pabrik gula milik sebuah perusahaan perkebunan zaman Kolonial Belanda dahulu bernama NV Cultuurmaatschappij yang berpusat di Amsterdam.

Melansir dari Kompas, Direktur Utama PT PP Sinergi Banjaratma, Rachmat Priyatna menjelaskan sejumlah bagian bangunan tidak diubah, seperti dinding yang tersusun dari batu bata merah.

Rest Area ini merupakan gedung heritage. Kami masih mempertahankan bangunan asli dari eks pabrik gula. Hanya ada beberapa perombakan yang memang secara teknis sudah tidak layak, kami perbaiki,” jelas Rachmat.

Baca Juga: Deretan Wisata di Cirebon yang Buat Libur Lebaran Anda Menjadi Seru

Rest Area KM 260B, Banjaratma, Brebes, Pabrik Gula
Pengelola Rest Area KM 260B menyediakan 120 lot untuk tenant usaha mikro dan kecil (UMK) dan 20 lot untuk penyewa non-UMK. (Foto: Dok. PT PP Sinergi Banjaratma)

Menurutnya, pengunjung Rest Area KM 260B dapat menikmat nuansa bangunan era kolonial sambil beristirahat dan menyantap aneka kuliner yang dijual oleh para UMK.

Bahkan, pengunjung masih bisa melihat dua buah mesin penggilingan tebu serta lokomotif bekas penarik bahan baku yang sengaja dipertahankan oleh pengelola tempat ini.

Dengan suasana yang dirancang vintage dan unik, pengelola Rest Area KM 260B mengharapkan bisa menjadi destinasi wisata baru bagi pengguna jalan tol.

Baca Juga: Gedung-gedung Unik di Jakarta yang Pantas Jadi Cagar Budaya

Rest Area KM 260B, Banjaratma, Brebes, Pabrik Gula
Untuk semakin memberikan kenyamanan pada pemudik, pengelola Rest Area KM 260B menyediakan taman indoor. (Foto: Dok. PT PP Sinergi Banjaratma)

Sebagai informasi tambahan, proyek kompleks Rest Area yang dapat menampung hingga 300 mobil kecil serta 30 lot parkir untuk kendaraan besar ini menghabiskan dana investasi mencapai Rp124 miliar.

Rachmat mengatakan pendirian rest area ini melibatkan beberapa konsorsium yang terdiri dari PT Waskita Toll Road, PT Rajawali Nusantara Indonesia, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT PP Properti, PT Jasamarga Properti, dan PT Perkebunan Nusantara IX (PTPN).

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda