Bank BRI Luncurkan Home Ownership Program

HOP merupakan program penyediaan perumahan yang ditawarkan, bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki program kesejahteraan bagi karyawan.

RumahHokie.com (Jakarta) – Menggandeng instansi pemerintah dan swasta, September 2016 lalu, Bank BRI meluncurkan Home Ownership Program (HOP).

HOP merupakan program penyediaan perumahan yang ditawarkan Bank BRI, bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang memiliki program kesejahteraan bagi karyawan.

“Intinya kerjasama antara perusahaan tersebut dan Bank BRI untuk kesejahteraan para karyawannya, dalam hal ini penyediaan rumah,” jelas Sutadi Prayitno, Executive Vice President Consumer Loan Division, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. kepada RumahHokie.com.

Misalnya, sebuah perusahaan memiliki program penyediaan rumah bagi para karyawan. Perusahaan tersebut bisa mengajukan program HOP dan pihak Bank BRI akan memberikan beragam keringanan, kemudahan, dan fasilitas yang tak didapat di program KPR (kredit pemilikan rumah) reguler.

Baca Juga: Cara Cerdas Agar Pengajuan KPR Disetujui Bank

“Keringanan bisa berupa subsidi DP (uang muka), subsidi bunga murah, sementara biaya-biaya lain lebih murah,” imbuhnya.

Sebanyak 35 perusahaan telah mengunakan program HOP ini, ungkapnya, sebut saja Grup Pertamina, Garuda, PT INTI, PT Kaltim Primacoal, dan lain-lain. Untuk program HOP ini, Bank BRI mengucurkan dana sekitar Rp1 triliun.

Lebih Nyaman
Sutadi memaparkan, perusahaan yang memiliki fasilitas perumahan bagi para karyawannya, di tahap awal akan memilih siapa saja yang berhak mendapat fasilitas perumahan tersebut, dengan plafon yang ditetapkan perusahaan. Di sisi lain, prasyarat prinsip harus tetap dipenuhi.

“Perusahaan akan memberi rekomendasi kepada kami, tetapi kami pun melakukan seleksi perorangan. Jadi, meski sudah mendapat rekomendasi dari perusahaan, namun customer tersebut memiliki catatan kurang baik—misalnya terjerat tunggakan kartu kredit—maka akan kami tolak,”

Program yang dilakukan secara kolektif ini, kata Sutadi, buat Bank BRI lebih nyaman, karena dengan satu perusahaan pihaknya sudah dapat banyak customer.

“Di samping itu, pengecekan (keuangan) lebih mudah, karena payroll melalui Bank BRI,” urainya.

Target KPR Tumbuh 17,5%
Lebih lanjut, Sutadi menuturkan, saat ini suku bunga Bank BRI bermain di angka 8,5% fixed tiga tahun dan 8,75% fixed lima tahun.

Hingga September lalu, outstanding KPR Bank BRI mencapai Rp17,5 triliun dan ditargetkan menyentuh Rp20 triliun hingga akhir tahun 2016.

“Tahun depan, target KPR Bank BRI bisa tumbuh 17,5%. Sementara, tahun ini (jika target Rp20 triliun tercapai) mencapai 12,5%,” ujarnya.

Dari sisi volume, sebanyak 75% pembiayaan perumahan Bank BRI merupakan rumah tapak, sisanya (25%) adalah apartemen.

“Untuk rumah tapak, sebanyak 60% pembiayaan KPR Bank BRI dikucurkan untuk rumah dengan kisaran harga Rp350 juta – Rp500 juta,” katanya.

Menurutnya, porsi terbesar tetap berada di Jakarta. Sementara, potensi KPR terbesar berada di Jakarta, Surabaya, dan Makassar. Sedangkan, daerah penyangga yang berpotensi antara lain Yogyakarta, Bandung, Semarang, Medan, Purwokerto, dan Malang.

Anto Erawan

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda