Bank BTN Bukukan Laba Bersih Rp1,27 Triliun di Semester I-2017

direktur-utama-bank-btn-maryono-doorstop-rumahhokie-anto-erawan-dok
Direktur Utama Bank BTN, Maryono (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Kredit perumahan Bank BTN pada paruh pertama 2017 tercatat naik 17,68% (yoy) dari Rp135,74 triliun pada Juni 2016 menjadi Rp159,73 triliun di periode yang sama 2017.

Disamping menyalurkan kredit perumahan, Bank BTN juga mencatatkan peningkatan penyaluran kredit konstruksi sebesar 18,2% (yoy) dari Rp19,95 triliun pada Juni 2016 menjadi Rp23,58 triliun pada periode yang sama tahun ini.

Baca Juga: Naik 17,68%, Kredit Perumahan Bank BTN Capai Rp159,7 Triliun

Selain kredit perumahan, kredit non-perumahan pun tumbuh 30,15% (yoy) dari Rp13,57 triliun pada pertengahan 2016 menjadi Rp17,66 triliun di periode yang sama tahun ini.

Demikian penuturan Maryono, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Bank BTN Kuartal II-2017, Senin (24/7/2017).

Dana Pihak Ketiga
Di sisi lain, pada kuartal II-2017, Bank BTN pun menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) senilai Rp159,12 triliun. Angka ini naik 18,26% (yoy) dari Rp134,55 triliun di tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan DPK Bank BTN tersebut juga berada di atas rata-rata industri perbankan yang menurut data OJK hanya naik sebesar 11,2% (yoy) pada Mei 2017,” jelas Maryono.

Baca Juga: Dukung Program Pemerintah, BTN Kucurkan KPR untuk 666.000 Rumah

Di sisi lain, imbuhnya, pertumbuhan simpanan di Bank BTN didukung kenaikan giro, tabungan, dan deposito yang dihimpun Bank BTN. Per Juni 2017, giro Bank BTN tercatat naik 25,97% (yoy) menjadi Rp41,73 triliun, tabungan naik 14,69% (yoy) menjadi Rp33,04 triliun, sementara deposito naik 16,16% (yoy) menjadi Rp84,36 triliun.

Laba Bersih Sesuai Target
Lebih lanjut Maryono mengatakan, kinerja penyaluran kredit dan penghimpunan simpanan tersebut turut menyumbang pertumbuhan pendapatan bunga bersih Bank BTN sebesar 14,13% (yoy) menjadi Rp4,2 triliun per Juni 2017.

Kenaikan pendapatan bunga bersih tersebut juga turut menopang peningkatan laba bersih bank dengan kode emiten BBTN ini di level 21,95% (yoy) dari Rp1,04 triliun di Juni 2016 menjadi Rp1,27 triliun per Juni 2017.

Baca Juga: 2022, Bank BTN Targetkan Jadi Pemimpin Pasar KPR

“Laba bersih ini sesuai target yang kami tetapkan. Sementara itu, pertumbuhan kredit mengerek naik posisi aset Bank BTN menjadi Rp224,06 triliun atau tumbuh 18,23% (yoy) dari Rp189,51 triliun di 2016,” jelasnya.

Bank BTN Syariah
Sementara itu, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN juga mencatatkan kinerja positif sejalan dengan Bank BTN konvensional. Per kuartal II/2017, UUS Bank BTN telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp15,82 triliun atau tumbuh 27,15% (yoy) dari Rp12,44 triliun pada periode yang sama di 2016.

Baca Juga: KPR Syariah: Perbedaan, Keuntungan, dan Perhitungan Cicilan

Penghimpunan DPK BTN Syariah pun tercatat naik 20,34% (yoy) dari Rp12,99 triliun menjadi Rp15,63 triliun pada Juni 2017.

Dengan catatan positif tersebut, aset UUS Bank BTN tumbuh 22,33% (yoy) menjadi Rp19,33 triliun pada Juni 2017 dari Rp15,8 triliun di periode yang sama tahun lalu. Laba bersih unit syariah ini naik signifikan sebesar 30,03% (yoy) dari Rp151,3 miliar pada Juni 2016 menjadi Rp196,72 miliar di bulan yang sama tahun ini.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda