Bank BTN Optimistis Capai Target 2019, Ini Tiga Faktor Pendukungnya

Per Juli 2019, Bank BTN telah menyalurkan kredit sebesar Rp251,98 triliun lebih tinggi dibandingkan Juli 2018 yang mencapai Rp213,50 triliun.

Bank-BTN-Oni-Febriarto-Raharjo-plt-rumahhokie-dok
Oni Febriarto Raharjo, Plt Direktur Utama Bank BTN (tengah) didampingi Direktur Finance, Treasury & Strategy, Nixon L.P Napitupulu (kiri), dan Direktur Collection, Asset Management, Elisabeth Novie (kanan).

RumahHokie.com (Jakarta) – Memasuki September 2019, PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk optimistis dapat mencapai target bisnis tahun ini. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank BTN, Oni Febriarto Raharjo dalam acara “Ngopi Bersama Media”, Selasa (3/9/2019).

Baca Juga: Suprajarto Tampik Posisi Dirut BTN, Pengamat: Percayakan Direksi dari Internal

Dia mengungkapkan, setidaknya ada tiga faktor yang menjadi katalis positif bagi bisnis Bank BTN. Pertama, penurunan suku bunga acuan (BI 7DRR) yang dilakukan Bank Indonesia menjadi 5,50% dan penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) Rupiah untuk Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah/Unit Usaha Syariah sebesar 50 bps (0,5%). Sehingga masing-masing menjadi 6,0% dan 4,5% dengan GWM Rerata masing-masing tetap sebesar 3,0% sejak awal Juli lalu.

“Kebijakan ini memberikan angin segar bagi perbankan di tengah mengetatnya likuiditas yang masih terjadi pada awal semester kedua tahun ini,” kata Oni Febriarto Raharjo.

Program Sejuta Rumah
Faktor kedua, jelas Oni, usainya Pemilu Presiden dan berlanjutnya kepemimpinan Presiden Joko Widodo dengan program Nawa Cita-nya. Di antaranya, Program Sejuta Rumah yang menjadi amanah Bank BTN untuk berkontribusi secara aktif.

“Bank BTN akan tetap menjadi integrator program sejuta rumah, baik sisi supply maupun demand dengan berperan aktif dalam mendidik pengembang baru dan menyalurkan kredit pendukung sektor properti dari hulu hingga hilir,” tutur Oni.

Baca Juga: Perumnas – BTN Bersinergi, Tawarkan Subsidi Bunga KPR/KPA 4,5%

Dia menerangkan, per Juli 2019, Bank BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk Program Sejuta Rumah sebanyak 503.974 unit dengan nilai kredit sebesar Rp43,64 triliun, dengan perincian: KPR sebanyak 135.893 unit dan dukungan kredit konstruksi belum KPR 368.081 unit.

Khusus untuk segmen subsidi, Bank BTN telah menyalurkan pembiayaan perumahan sebanyak 111.823 unit dan dalam bentuk KPR sebanyak 251.550 unit.

“Dengan pencapaian ini Bank BTN telah mencapai 63% dari target total tahun ini yang dipatok sebanyak 800.000 unit, baik untuk pembiayaan perumahan subsidi maupun non subsidi,” jelas Oni.

Penambahan Kuota FLPP
Penambahan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi faktor ketiga yang menjadi katalis positif, dimana Bank BTN mendapat limpahan kuota sebanyak sekitar 2.467 unit.

Optimisme kredit perseroan akan tumbuh lebih baik diperkuat dengan potensi pencairan KPR Subsidi pada semester II, yang diperkirakan akan mencapai 28.000 unit. Sementara untuk KPR Non Subsidi, potensi bisa terealisasi sekitar 16.000 unit.

Baca Juga: Dana FLPP Habis, Bank BTN Beri Tiga Solusi KPR Rumah Murah

“Kami mengapresiasi langkah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) yang memberikan kepercayaan kepada Bank BTN menggunakan kuota FLPP untuk mempercepat pencapaian Program Sejuta Rumah,” kata Oni.

Dana Pihak Ketiga
Untuk menjemput target 2019, Bank BTN juga telah memperbaiki performa bisnisnya khususnya dalam pencapaian kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK). Berdasarkan catatan Perseroan, per Juli 2019 kredit dan pembiayaan bank berkode BBTN ini tumbuh 18,03% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Adapun per Juli 2019, BTN telah menyalurkan kredit sebesar Rp251,98 triliun lebih tinggi dibandingkan Juli 2018 yang mencapai Rp213,50 triliun.

Baca Juga: Kredit Tumbuh 18,78%, Bank BTN Kejar Target Laba Rp2,6 Triliun

Sementara itu, di tengah ketatnya likuiditas, Bank BTN berhasil memperbanyak pundi-pundi DPK. Per Juli 2019, DPK yang terkumpul mencapai Rp225,91 triliun atau tumbuh 19,95% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp188,33 triliun.

“Penambahan DPK diraih karena optimalisasi DPK ritel melalui “Program 3-4-5” yang merupakan strategi kami untuk menekan biaya bunga, dan melakukan rekomposisi nasabah deposan ritel, alhasil value of account deposan ritel tumbuh Rp1,5 triliun,” kata Oni.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda