Bank Tanah: Antisipasi Kawasan Kumuh dan Target Sejuta Rumah

Foto: Dok. RumahHokie.com

RumahHokie.com (Jakarta) –  Ketersediaan bank tanah (land banking) untuk perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) saat ini dinilai sangat mendesak.

Pasalnya, tanpa bank tanah, kenaikan harga tanah tak bisa terkendali. Selain itu, bank tanah juga digadang sebagai solusi kebutuhan lahan perumahan, khususnya bagi masyarakat di perkotaan.

Baca Juga: 2018, Penyelesaian RUU Pertanahan Jadi Prioritas Komisi II DPR

“Untuk membangun sistem serta menyediakan rumah bagi masyarakat, khususnya di kota-kota besar sangat diperlukan bank tanah yang baik. Keberadaan land banking saat ini sangat mendesak,” jelas Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), Khalawi Abdul Hamid, Kamis (15/3/2018).

Khalawi menjelaskan, salah satu permasalahan dalam penyediaan perumahan bagi masyarakat adalah belum tersedianya lahan yang tepat khususnya untuk lokasi perumahan.

Padahal, tanah merupakan salah satu elemen penting dalam program pembangunan infrastruktur maupun perumahan yang dilaksanakan oleh pemerintah.

Baca Juga: Solusi Penyediaan Rumah Subsidi: Penyesuaian Harga atau Bank Tanah?

Bank tanah, imbuhnya, juga menjadi salah satu pekerjaan rumah yang belum bisa terselesaikan dengan baik sejak dilaksanakannya Kongres Perumahan Rakyat Pertama yang digelar pada 1950 silam.

“Padahal, perkembangan sebuah kota akan terus berlanjut dari waktu ke waktu dan diiringi dengan semakin besarnya kebutuhan akan tempat tinggal bagi masyarakatnya,” tutur Khalawi.

Antisipasi Kawasan Kumuh
Kota-kota besar di Indonesia tentunya masih banyak yang mengalami beragam masalah terkait dengan hunian bagi masyarakatnya. Keberadaan MBR dan masyarakat di kawasan perkotaan juga membutuhkan perhatian dari pemerintah, khususnya dalam sektor perumahan.

“Jika tidak diantisipasi sejak dini, khususnya kebutuhan hunian yang layak, dikhawatirkan akan muncul kawasan-kawasan kumuh baru di perkotaan. Diperkirakan rumah tidak layak huni (RTLH) yang ada sekitar 20% sampai 30% di kawasan perkotaan,” urainya.

Baca Juga: Ironis, Secara De Facto Negara Tidak Punya Tanah!

Land banking untuk kawasan perkotaan juga sangat penting untuk membangun sistem pembangunan perumahan yang baik. Apalagi harga tanah di kota saat ini sangat mahal dan para pengembang pun semakin sulit untuk mendapatkan lahan-lahan yang lokasinya strategis,” tandasnya.

Salah satu upaya yang bisa menjadi awal land banking adalah bagaimana pemerintah daerah segera mendata serta memanfaatkan lahan milik Kementerian/Lembaga, Pemda, BUMN dan BUMD untuk percepatan pembangunan perumahan bagi masyarakat.

“Jika land banking sudah dapat dilaksanakan dengan baik, tentunya pemerintah dapat mendorong pembangunan Program Sejuta Rumah dengan lebih cepat lagi. Kami tetap optimistis target satu juta rumah bisa tercapai tahun ini,” harapnya.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda