Begini Karakteristik Rancangan Rumah Tahan Gempa Bumi

Jika dilihat dari letak geografis, wilayah Indonesia berada dalam zona Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), sehingga negeri ini tergolong rawan terhadap bencana gempa bumi.

Rumah Tahan Gempa-RumahHokie.com-Yogyaku.jpg
Salah satu rumah tahan gampe yang telah dibangun di Yogyakarta. (Foto : Yogyaku)

RumahHokie.com (Jakarta)Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 mengguncang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, dan wilayah sekitarnya pada Ahad lalu, (5/8/2018). Bencana alam itu menelan tidak hanya korban jiwa, akan tetapi juga berdampak rusaknya ratusan rumah warga.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal dunia pascagempa di Lombok mencapai 98 orang. Sedangkan, terdapat 236 korban mengalami luka-luka.

Jika dilihat dari berbagai kasus bencana itu yang terjadi di Indonesia, seperti gempa bumi di Yogyakarta beberapa tahun silam dan kini dialami oleh Lombok Utara, terlihat bahwa fenomena alam itu tidak secara langsung membunuh manusia.

Baca Juga : Sedang di Dalam Bangunan Ketika Gempa, Apa yang Harus Dilakukan?

Umumnya, bangunan rumah yang runtuh ketika gempa bumi menjadi penyebab utama jatuhnya korban luka-luka, bahkan hingga berujung kematian.

Dilansir dari laman Tirto.id, Valentinus Irawan, analis penanggulangan bencana United Nations Development Programme (UNDP), mengatakan dalam 20 tahun ke depan Indonesia akan menghadapi ancaman dari berbagai dampak yang disebabkan oleh bencana.

“Kita harus lebih siap menghadapi kemungkinan buruk tersebut,” tuturnya seperti yang dikutip dari laman tersebut, Selasa (07/08/2018).

Memang jika dilihat dari letak geografis, wilayah Indonesia berada dalam zona Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), sehingga berdampak negeri ini rawan terhadap bencana gempa bumi.

Salah satu yang harus dipersiapkan oleh masyarakat Indonesia adalah merancang rumah yang bisa bertahan ditengah guncangan gempa bumi.

Baca Juga : Hebat! Tempat Tidur Anti Gempa Ini Bisa Lindungi Nyawa Penggunanya

Karakteristik Rumah Tahan Gempa
Mengutip dari Homify dan sumber lainnya, berikut ini beberapa poin karakteristik rumah tahan gempa.

-Perhitungkan kualitas tanah
Sebelum memproyeksikan konstruksi tahan gempa, sangat penting untuk mengetahui tanah
yang akan mendukungnya. Ini harus memiliki kapasitas dan fleksibilitas yang baik.

-Merancang fondasi khusus
Jika tanah memiliki karakteristik non-ideal, Anda dapat merancang fondasi khusus. Selain melihat kualitas tanah, hitung pula ketahanan sebuah bangunan.

Struktur fondasi bertanggung jawab untuk mentransmisikan bobot dan beban ke lahan. Karakteristik dalam bentuk, struktur dan ukuran bergantung pada studi sebelumnya dan penyesuaian harus dilakukan. Umumnya, fondasi terbuat dari material beton baja bertulang.

-Perhatikan tinggi bangunan
Ketinggian bangunan dan jumlah lantai akan menentukan beban yang harus ditopang oleh lahan tanah serta pondasi. Jika perhitungan konstruksinya tepat, maka bangunan semakin kokoh.

-Gunakan desain struktur simetri
Menurut Dekan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Nizam dengan prinsip-prinsip bentuk simetris, rangka struktur yang saling terhubung, integritas struktur, detail sambungan
yang benar, merupakan prinsip yang dapat digunakan untuk membangun rumah tahan gempa.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda