Bersama Desainer Lokal, Viro Tunjukan Eksotisnya Material Serat di ICAD 2019

Dengan menggunakan material serat eco faux, Viro tampil dan berkolaborasi bersama tiga desainer lokal pada ajang ICAD 2019.

Viro, ICAD 2019, furnitur serat anyaman
Salah satu karya desain furnitur anyaman hasil kolaborasi Viro dengan desainer di ajang ICAD 2019. (Foto: dok. Viro)

RumahHokie.com (Jakarta) – Viro, Perusahaan arsitektural dan interior, berkolaborasi dengan tiga desainer dari Artura pada ajang bertajuk Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) di Hotel Grandkemang, Jakarta.

Dengan menggunakan material serat sintetis eco faux produksi Viro, ketiga desainer yang terdiri dari Anita Nazir, Hera Permanasari, dan Nathania, mengejawantahkan tema ‘Faktor X’ dengan menggunakan konsep Mind Mapping.

Mengutip siaran pers, Selasa (29/10/2019), Nathania menerangkan bahwa karya furnitur garapannya menggunakan material dasar eco faux ratan dan terinspirasi dari bentuk-bentuk alami.

Baca Juga: Tampilkan Budaya Bahari, Viro Wakili Indonesia di Gelaran The Leisure Show 2019

“Bentuk desainnya terinspirasi dari kelopak bunga dan keranjang buah. Jadi, tak simetris namun tetap humanis,” jelas Nathania.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk bahan dasarnya ia menggunakan Synthetic Rattan, agar mendapat bentuk yang tidak kaku, terlihat lentur namun tetap kokoh.

Agar karater natural dari furnitur itu semakin kuat, Nathania melaburkan Earth Tone sebagai warna dasar bentuk furnitur tersebut.

Baca Juga: Deretan Furnitur dan Elemen Dekoratif Interior ‘Nyeleneh’ di Ajang ICAD 2017

Sedangkan, Hera Permanasari menampilkan karya bertajuk Black Hole Wall Lamp. Ia menerangkan, karyanya tersebut memiliki bentuk segi empat yang tidak simetris.

Dua sisi menyudut, dan dua sisinya lagi menumpul, sehingga memungkinkan jika digabungkan menjadi konfigurasi furnitur yang sangat menarik.

Lingkaran di tengah, menurut Hera akan menjadi elemen pencahayaan yang terdiri dari beberapa variasi ukuran diameter.

“Produk ini juga akan terlihat menarik, jika dijadikan lampu dinding untuk area indoor ataupun outdoor di rumah,” katanya.

Baca Juga: Usung Konsep Archineering, Viro Bangun Gazebo Gedong Panjang

Sebagai Informasi, Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) adalah sebuah pameran besar kolaborasi desain, seni, teknologi, entertainment serta industri perhotelan yang juga mengangkat kearifan lokal Indonesia.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari ide kolaborasi antar disiplin ilmu yang pertama kali digagas di Indonesia.

“Kami meyakini, desain dan seni Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk semakin memasyarakat dan berpotensi ikut memajukan perekonomian kreatif,” tandas penyelenggara ICAD 2019.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda