Biar Awet, Ternyata Furnitur Antik Butuh Perlakuan Khusus

Selain memperhatikan penempatannya, furnitur antik juga butuh perlakuan khusus supaya kondisi fisiknya tetap prima. Benda ini juga diyakini sebagai harta karun yang memiliki nilai jual tinggi.

Untuk merawatnya, hindari penggunaan material pembersih berbahan kimia.

RumahHokie.com (Jakarta) – Menghadirkan furnitur antik dalam interior rumah merupakan kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya. Selain menyimpan nilai histori, furnitur antik juga memiliki nilai jual yang tinggi.

Sebagian kolektor beranggapan, furnitur kuno layaknya harta karun yang mesti di jaga dengan baik. Bukan hanya sulit ditemukan, materialnya memiliki umur yang panjang. Karenanya, furnitur ini butuh trik khusus merawatnya.

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mempertahankan kondisinya, tergantung materialnya. Furnitur antik berbahan kayu jati akan berbeda cara merawatnya jika dibandingkan dengan furnitur berbahan besi atau rotan. Langkah apa saja yang mesti diperhatikan, berikut ini ulasannya.

Menjaga fisik furnitur
Supaya warnanya tidak mudah kusam dan terlindung dari goresan atau noda, sebaiknya furnitur seperti meja diberikan lapisan taplak atau bahan penutup di atas permukaan. Ini dilakukan untuk melindungi furnitur agar tidak mudah rusak.

Jika terdapat noda, segera bersihkan menggunakan kain. Agar material pelindung fisiknya tidak mudah rusak, hindari penggunaan bahan campuran kimia.

Perhatikan penempatannya
Usahakan penempatan furnitur antik berada di ruang yang memiliki suhu normal. Pastikan juga furnitur tersebut tidak terkena sinar matahari atau sumber panas secara langsung.

Jika penempatannya berada di ruang yang bersih dan kering, furnitur akan terhindar dari kelembapan udara. Hal ini dilakukan agar kondisinya tetap prima, lapisannya tidak mudah terkelupas dan kayunya tidak mudah memuai karena panas.

Peremajaan dan perawatan
Lakukan juga peremajaan terhadap furnitur tersebut secara berkala. Misalnya, dengan memoles ulang furnitur antik. Untuk merawatnya, lakukan secara rutin dua atau tiga tahun sekali.

Membersihkan furnitur berbahan kayu bisa dilakukan dengan lap atau kemoceng. Bersihkan sela-sela yang sulit dijangkau dengan kuas kecil yang halus. Biasanya, bagian ini menyimpan banyak debu dan jamur.

Hindari material pembersih berbahan kimia seperti methanol acetone, toluene. Walaupun bahan-bahan tersebut bisa membersihkan dengan cepat, tapi campuran kimianya bisa merusak lapisan kayu.

Memperlakukan dengan baik
Selain merawat furnitur secara berkala, benda antik ini juga butuh perlakuan yang khusus. Misalnya saja untuk memindahkan penempatannya.

Supaya aman, memindahkannya dapat dilakukan dengan diangkat bukan digeser atau didorong. Dengan perlakuan seperti itu, kondisi kaki-kaki furnitur tersebut jadi lebih terjaga.

Dengan memperhatikan tindakan di atas, selain memperpanjang umur, furnitur antik Anda dijamin bakal awet.

Dedy Mulyadi

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda