Biaya Promosi Jual Rumah, Ditanggung Broker atau Pemilik?

Broker properti di Indonesia sejatinya kaya-kaya. Pasalnya, biaya iklan pemasaran dari listing yang didapat, bukan dibayar pemilik properti.

RumahHokie.comBroker properti di Indonesia sejatinya kaya-kaya. Pasalnya, biaya iklan pemasaran dari listing yang didapat, bukan dibayar pemilik properti.

Ironisnya, biaya ini ditanggung sepenuhnya oleh pemilik kantor atau agen. Paling-paling ditanggung renteng 50:50. Berat banget jadi broker properti di negeri di mana pipis aja bayar. Belum lagi biaya pulsa dan bikin sign-board. Sebulan belum tentu closing sebiji.

Di Aussie, ada perjanjian tertentu yang bisa disepakati, bahwa biaya promosi ditanggung owner. Broker membuat promotion plan dan di situ disepakati berapa biaya iklan.

Baca Juga: Sistem Co-Broker, Membentuk Kekuatan Pemasaran Secara Cepat

Owner akan bayar semua biaya saat properti sudah terjual. Broker biasanya nombok dulu, meski ada juga yang bersedia kasih duit advanced secara berkala/sekaligus. Bagaimana kalau nggak closing sampai masa listing berakhir?

Broker tidak berhak nagih biaya yang tidak menghasilkan closing. Gigit jari. Itu risiko bisnis dan tak terhindarkan. Tapi saya kira ini fair. Posisi win-win saja.

Maka yang terjadi adalah cost effective dalam merancang biaya promosi. Broker nggak bisa jor-joran bikin costing karena kalau nggak closing, dia tanggung sendiri.

Aussie memang menarik untuk jadi contoh. Agent baru, wajib diberi gaji menurut peraturan Pemerintah. Besarnya—kalau gak salah—sekitar  AUD2.400 per bulan.

Baca Juga: Selain Menguasai Produk, Broker Harus Jago Menganalisa Pasar

Tentu saja ada target jumlah listing, showing, dan open house. Satu periode gagal, boleh diperpanjang atau buang ke sumur.

Parameter obyektifnya berupa variabel-variabel yang diberi poin. Jadi, memang profesional, bukan semau gue.

Kalau sukses, si agent biasanya pindah quadrant jadi non-salary agent karena split komisinya jadi membesar baginya. Pokoknya keren abis dah.

Kayaknya saya akan perjuangkan ini. Tapi bikin partai dulu deh. Namanya Partai Bicara Kian Manis, disingkat Bikini! Tolong bantu saya bikin logo ya.

Bersama F. Rach Suherman F. Rach Suherman
Mentor investasi properti nasional ini sebelumnya menjabat CEO di tiga perusahaan properti yang berbasis di Indonesia. Saat ini Suherman juga menjadi dosen dan aktif memberi seminar, pelatihan, dan konsultansi untuk perencanaan dan pemasaran properti.

Bila Anda memiliki pertanyaan, kirimkan ke: redaksi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda