Bidik Segmen Menengah-Atas, Paramount Land Akan Rilis Empat Proyek Baru

Paramount Land tidak hanya bermain di kolam kecil, namun mulai masuk ke blue ocean untuk menangkap potensi pasar yang lebih besar.

lahan-kosong-gading-serpong-paramount-land-by-anto-erawan-rumahhokie-dok2
Kawasan Gading Serpong (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Tangerang) – Semester kedua 2019 dinilai merupakan titik balik industri properti Tanah Air. Hal ini disikapi oleh Paramount Land dengan meluncurkan beberapa proyek baru.

“Pada paruh pertama 2019, kita lihat banyak developer tak mencapai target. Namun setelah Pilpres, suhu politik cooling down, suku bunga acuan juga turun 25 basis poin menjadi 5,75%. Kita berharap, uang yang selama ini ‘diparkir’ bisa masuk ke sektor riil,” kata Alvin Andronicus, Marketing Director Paramount Land kepada RumahHokie.com.

Baca Juga: Alvin Andronicus: Properti Menggeliat, Saatnya Ambil Ancang-ancang

Menurut Alvin Andronicus, saat ini hal yang harus dilakukan adalah melakukan penetrasi pasar yang sudah tiga hingga empat tahun terakhir lesu.

Empat Proyek Anyar
Di semester kedua tahun ini, imbuhnya, Paramount Land berencana meluncurkan empat proyek baru di Gading Serpong. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan refreshing proyek di Semarang (Paramount Village) dan Manado (Paramount Hills).

“Karena ekonomi mulai bergerak, kita jangan stuck. Kita harus mulai naikkan kelas (dari harga ratusan juta rupiah) menjadi Rp1 miliar. Bahkan kita mulai merambah rumah dengan harga Rp1 miliar hingga Rp4 miliar, karena yang punya duit sudah mulai ‘keluar kandang,’” papar Alvin.

Baca Juga: Paramount Land Sukses Pasarkan Sorrento Square di Gading Serpong

Di Gading Serpong, jelasnya, Paramount Land akan merilis Cluster Pavia, rumah dua lantai dengan luas bangunan 58 m2 dan luas tanah 54 m2. Kedua, Sorento Place, ruko tipical dengan konsep alfresco dining. Ada pula Cluster Granada yang merangkum rumah kelas menengah atas dengan kisaran harga Rp2 miliar – Rp4 miliar. Terakhir, sebuah kompleks komersial yang masih dalam proses perencanaan.

“Kami perlu persiapan yang matang sebelum melempar produk ke pasar. Gading Serpong memang sudah dikenal, hanya saja kami belum tahu pasar yang mana yang harus ditembus untuk penetrasi. Nah, untuk itu kita harus jemput bola. Jangan hanya bermain di akuarium kecil, karena potensinya segitu-segitu saja, bahkan mungkin sudah jenuh. Kami harus masuk juga ke blue ocean, ke tempat yang lebih luas. Jadi ini yang kami lakukan: memperkenalkan lagi dan mem-branding kembali (Paramount Land dan Gading Serpong),” tutur Alvin.

alvin-andronicus-marketing-director-paramount-land-by-anto-erawan-rumahhokie-dok
Alvin Andronicus, Marketing Director Paramount Land (Foto: Anto Erawan – RumahHokie.com)

Optimistis Capai Target Rp2,2 Triliun
Menyinggung proyek di Semarang dan Manado, Alvin mengatakan Paramount Land ingin me-refresh proyek-proyek tersebut sehingga lebih sesuai dan diminati pasar.

“Proyek kami di Manado memiliki lahan di atas bukit dengan view laut. Dahulu proyek ini kami anggap hunian biasa saja, tetapi sekarang akan kami refresh menjadi hunian dengan konsep semi resort. Hal ini kami cocokkan juga dengan kebutuhan konsumen yang ingin back to nature,” terang Alvin yang mengatakan belum dapat mengungkapkan konsep baru Paramount Village Semarang.

Baca Juga: Cara Jitu Paramount Land Rangkul Konsumen Milenial

“Pasar properti di Semarang tidak terlalu agresif. Produknya kebanyakan kelas menengah, tidak sampai menengah ke atas. Namun, kami tetap perlu melihat potesi pasarnya,” kata Alvin.

Dia optimistis, target marketing sales sebesar Rp2,2 triliun hingga akhir 2019 akan tercapai, apalagi di semester pertama pendapatan Paramount Land sudah menyentuh Rp1 triliun.

“Kami yakin dapat mencapai target, karena di semester pertama pembelinya end user, sedangkan di semester kedua pembelinya end user dan investor,” katanya.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda