Bisa Mengapung Ketika Banjir, Lahan Parkir Ini Pas untuk Jakarta

Didesain dengan menggunakan prinsip flotasi Archimedes, lahan parkir ini dapat mengapung. Secara otomatis permukaanya akan terangkat jika banjir.

(Foto: Archdaily)

RumahHokie.com (Jakarta) – Beberapa hari lalu, sebagian wilayah utama di Jakarta terendam banjir sesat. Hal itu tentunya mendatangkan kerugian materiil dan waktu yang terbilang cukup banyak. Agar tak terulang kembali, diperlukan solusi nyata untuk diterapkan pada skala kawasan.

Sebuah karya rancangan inovatif ditunjukan oleh biro arsitek asal Denmark, Third Nature. Mereka mengembangkan garasi atau lahan parkir terapung berteknologi tinggi.

Lahan parkir yang diberi nama Pop-Up ini dibuat sebagai sebuah solusi untuk permasalahan perkotaan, seperti banjir, keterbatasan lahan parkir serta kekurangan ruang hijau.

Baca Juga: Keren, Fasad Bangunan Microlibrary di Bandung Tersusun dari Ember Es Krim

Dikutip dari laman Archdaily, rancangan proyek garasi atau lahan parkir Pop-Up didesain dengan menggunakan prinsip flotasi Archimedes untuk menyimpan air dan menciptakan ruang terapung pada bagian yang diperuntukan bagi lahan parkir mobil.

Apabila kawasan tersebut dilanda banjir,  maka secara otomatis garasi akan terangkat naik.
Jika banjir telah surut, permukaan garasi akan kembali ke posisi semula.

Garasi yang dibuat untuk wilayah Kopenhagen dan St. John’s Park di New York ini dirancang memiliki tiga bagian, yaitu resapan air bawah tanah, lima lantai garasi (lahan parkir), dan bagian atas difungsikan sebagai area pedestrian.

Gambar rancangan lahan parkir Pop-Up. (Gambar: Archdaily)

Baca Juga: Intensitas Hujan Meningkat, Yuk Panen Air Hujan di Rumah!

“Kami duduk dengan peta permasalahan terbesar mengenai penanganan air dan ketersediaan lahan parkir. Bila anda menempatkan kedua peta di atas satu sama lain, maka dapat melihat beberapa tempat di mana ada potensi untuk memecahkan dua masalah dengan konsep yang sama,” kata Ole Schroder, partner di Third Nature yang dikutip dari Archdaily.

Lebih lanjut Schroder menjelaskan, perubahan ketinggian Pop-Up mengubah cakrawala kota berdasarkan cuaca.

“Pada hari yang kering dan cerah, parkir mobil ada di bawah tanah dengan ruang hijau di atas. Sedangkan, ketika hari-hari penuh badai, air hujan akan melimpah dan mengalir ke waduk yang berada di bawah lahan parkir. Lalu, mengapungkan permukaan garasi” terangnya.

Untuk membuat rancangan garasi inovatif ini terwujud, Third Nature telah bekerjasama dengan perusahaan konstruksi COWI dan RAMBØL.

Apabila garasi multifungsi ini sudah terwujud, tentunya masyarakat di kota-kota besar tak perlu khawatir mobil mereka yang terparkir akan terendam banjir ketika intensitas hujan meningkat.

Sepertinya, akan sangat pas untuk diterapkan di wilayah Jakarta!

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda