Bogor Outer Ring Road Bikin Harga Lahan Meroket

Pembangunan Bogor Outer Ring Road membuat harga tanah di kawasan yang dilaluinya terdongkrak. kenaikannya bahkan bisa mencapai 250%!

Progres pembangunan Bogor Outer Ring Road Seksi II-B (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Bogor) – Pasar properti di Bogor makin moncer dengan “guyuran” infrastruktur yang akan membuka akses Kota Hujan tersebut dengan Ibukota Jakarta dan kawasan lain, seperti Bekasi, Depok, Sukabumi, dan Serpong.

Salah satu infrastruktur yang mendongkrak harga properti di Bogor adalah pembangunan jalan lingkar luar Bogor alias Bogor Outer Ring Road (BORR).

Menurut Kris Banarto, General Manager Sales & Marketing Bukit Cimanggu City, BORR mengalami perubahan rencana, dari semula melalui Dramaga, kini jalurnya mengarah ke Parung, melalui Yasmin – Salabenda – Bojong Gede, untuk kemudian terhubung dengan Jalan Tol Depok – Antasari (Desari).

Saat ini pembangunan BORR memasuki Tahap II-B yang membentang sepanjang 2,6 Km dari Kedung Badak hingga Simpang Yasmin. Proyek ini tak pelak turun mengatrol harga lahan yang terkena pembebasan.

Baca Juga: Hunian Ibukota Akan Berkembang ke Kawasan Jabotabekjur

“Harga tanah sebelumnya hanya berkisar Rp4 juta per meter persegi, namun pihak Pemkot membayar Rp14 juta per meter persegi (naik 250%) untuk tanah yang terkena pembebasan,” tutur Kris.

Lantas, dengan kenaikan harga lahan yang sangat tinggi, apakah Bukit Cimanggu City akan menaikkan harga rumah secara signifikan?

Menjawab pertanyaan ini, Kris menuturkan, dalam setahun pihaknya akan menahan kenaikan harga sebesar 10%. Alasannya, bila harga naik terlalu tinggi, konsumen akan lari ke pasar sekunder.

Namun, dia mengakui pembangunan BORR membawa berkah buat Bukit Cimanggu City. Pasalnya, banyak konsumen tertarik membeli hunian di proyek besutan Grup Gapura Prima tersebut.

Kris mengatakan, dalam sebulan penjualan Bukit Cimanggu City berkisar Rp25 miliar.

“Tahun ini, kami menargetkan penjualan sekitar 250 unit rumah dengan nilai Rp240 miliar,” ungkapnya.

Cluster Oakwood, Bukit Cimanggu City (Foto: Dok. Bukit Cimanggu City)
Cluster Oakwood, Bukit Cimanggu City (Foto: Dok. Bukit Cimanggu City)

Empat Cluster Bukit Cimanggu City
Lebih lanjut, Kris menjelaskan, dari total 170 hektar lahan Bukit Cimanggu City, saat ini tersisa 30 hektar—yang sudah dibebaskan. Ada empat cluster yang tengah dipasarkan, yakni Cluster Pinewood, Charnwood, Oakwood, dan New Riverpark View.

Sejak dipasarkan pada Juni 2016 lalu, sebanyak 200-an unit rumah di Cluster Pinewood telah terjual, dari total 404 unit.

Cluster ini menawarkan rumah tipe (LB/LT) 36/78 dan 45/90. Tipe 36/78 dipasarkan Rp522 juta, dari harga awal Rp499 juta; sementara tipe 45/90 dijual Rp630 juta, dari harga awal Rp580 juta.

Cluster Charnwood menyuguhkan rumah tipe 60/105 dengan harga Rp700-an juta dan 70/120 (Rp930 juta). Dari total 230 unit, kata Kris, saat ini tersisa 50 unit.

Dari empat tipe di Cluster Oakwood, saat ini hanya satu tipe yang masih dipasarkan, yakni 115/120 yang dibanderol Rp1,2 miliar.

“Cluster Oakwood memiliki total 170 unit rumah dan sekarang tersisa 15 unit saja,” katanya.

Cluster terbaru adalah New Riverpark View yang menawarkan dua tipe: 130/136 (Rp1,4 miliar) dan 152/171 (Rp1,6 miliar). Dari total 45 unit rumah, saat ini terserap lima unit.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda