Buat Sampah Organik Rumah Jadi Berguna, Begini Caranya!

Dengan mengolah sisa sampah organik rumah untuk dijadikan pupuk kompos, tak hanya dapat membantu dalam menjaga lingkungan sekitar, namun juga akan menghidupkan tanaman di area rumah Anda.

Sampah Organik-RumahHokie.com-istimewa
(Foto: agribisnismsg)

RumahHokie.com (Jakarta) – Apakah kita semua menyadari bahwa sampah organik hasil dari aktivitas rumah tangga bisa menjadi hal yang bermanfaat? Lalu, bagaimana caranya agar sisa potongan sayur dan buah yang dikonsumsi tak terbuang sia-sia?

Melalui konsep pengembangan ‘bank sampah’ pada skala lingkungan tingkat Rukun Tetangga (RT), kini banyak masyarakat perkotaan telah menerapkan daur ulang sampah organik untuk dijadikan pupuk kompos, seperti yang dilakukan oleh warga Rawajati, Jakarta Selatan.

Baca Juga: Hidroponik, Solusi Menanam di Lahan Hunian yang Sempit

Di wilayah tersebut, terdapat area yang digunakan warga sebagai ‘bank’ untuk mengumpulkan sampah organik mereka.

Sampah-sampah organik yang telah terkumpul, kemudian diolah kembali menjadi pupuk kompos dengan proses tertentu. Setelah menjadi pupuk, mereka menggunakannya untuk menanam tanaman yang menghijaukan area lingkungan.

Tak hanya di lingkungan RT saja, sebenarnya proses daur ulang sampah organik menjadi pupuk kompos juga bisa lho diterapkan sendiri di rumah.

Langkahnya pun terbilang cukup mudah dan hasilnya bisa Anda pakai untuk kebutuhan
penghijauan di pekarangan rumah. Berikut ini cara mengolah sampah organik yang dikutip dari berbagai sumber.

Baca Juga: Cegah Genangan Air di Lingkungan Rumah dengan Lubang Biopori

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan sampah organik basah, seperti sayur, nasi, buah, atau biji buah. Siapkan pula sampah organik kering, seperti dedaunan dan rumput kering. Kemudian, potonglah hingga menjadi ukuran kecil.

Selanjutnya, campurkan sampah organik yang sudah dipotong kecil-kecil tadi dengan kotoran kambing menggunakan perbandingan 3:1.

Buatlah setengah gelas larutan gula atau 100 ml. Lalu, siapkan 10 ml larutan bakteri EM4 yang bisa Anda beli di toko-toko pertanian.

Percikanlah sampah organik yang sudah dicampur dengan kotoran kambing dengan larutan gula dan larutan EM4, lalu campurkan hingga merata sampai bahan menjadi basah atau lembab.

Bahan pupuk kompos yang sudah selesai dicampur, kemudian dimasukan ke dalam wadah dari bak penampungan, karung, ataupun plastik besar. Lama proses fermentasi dari bahan hingga pupuk siap digunakan sekitar 2 bulan hingga 3 bulan.

Untuk mempercepat prosesnya, Anda bisa mencampur kembali bahan tersebut dengan percikan air setiap 2 minggu sekali untuk menjaga agar tetap basah. Setalah proses tersebut selesai, maka pupuk kompos siap digunakan.

Dengan mengolah sisa sampah organik rumah untuk dijadikan pupuk kompos,  tak hanya  dapat membantu dalam menjaga lingkungan sekitar, namun juga akan menghidupkan tanaman di area rumah Anda.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda