Bukukan Pendapatan Rp1,9 Triliun, Recurring Income Intiland Capai 24,9%

Segmen pengembangan mixed-use dan high rise Intiland tercatat memberikan kontribusi pendapatan usaha terbesar mencapai Rp858 miliar, atau 46,3% dari total pendapatan.

logo-pt-intiland-development-tbk-by-anto-erawan-rumahhokie-dok-2019
Logo PT Intiland Development, Tbk (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) –  Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, PT Intiland Development, Tbk (DILD) membukukan pendapatan usaha Rp1,9 triliun, atau mengalami penurunan 23,4% dibanding perolehan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,4 triliun.

Penurunan kinerja usaha Intiland tak lepas dari adanya perubahan kondisi pasar properti saat ini. Pertumbuhan yang terjadi tahun ini lebih didorong oleh penjualan maupun peluncuran proyek-proyek residensial baru yang menyasar pada segmen pasar menengah ke bawah. Demikian penuturan Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono dalam laporan hasil kinerja keuangan per 30 September 2019.

Baca Juga: Rampung di Kuartal Keempat, Apartemen The Rosebay Terjual 70%

Menurutnya, kondisi ini berdampak pada kinerja usaha Perseroan yang sebagian besar portofolio produk dan inventory yang dimiliki di segmen pengembangan mixed-use dan high rise, serta perumahan yang menyasar pasar menengah ke atas.

“Kami di tahun ini tidak banyak meluncurkan proyek baru. Beberapa proyek baru yang kami luncurkan, hampir seluruhnya adalah produk residensial yang menyasar segmen pasar menengah ke atas,” ungkap Archied.

Empat Segmen Pengembangan
Archied menjelaskan bahwa selama ini pendapatan usaha Intiland ditopang dari empat segmen pengembangan. Selain dari pengembangan mixed-use dan high rise, perumahan, kawasan industri yang merupakan sumber pendapatan dari pengembangan (development income) perseroan juga memperoleh pendapatan berkelanjutan (recurring income) yang bersumber dari investasi properti, seperti penyewaan ruang perkantoran, manajemen properti, dan pengelolaan sarana olah raga.

Segmen pengembangan mixed-use dan high rise tercatat memberikan kontribusi pendapatan usaha terbesar mencapai Rp858 miliar, atau 46,3% dari total pendapatan. Kontributor berikutnya berasal dari segmen pengembangan kawasan perumahan sebesar Rp472,2 miliar (25,5%).

Baca Juga: Intiland Mulai Pembangunan SQ Res, Hunian Vertikal di South Quarter

Segmen pengembangan kawasan industri memberikan kontribusi sebesar Rp62,4 miliar (3,4%), sementara segmen properti investasi yang merupakan sumber recurring income tercatat membukukan Rp461,7 miliar (24,9%). Pendapatan usaha dari segmen ini mengalami peningkatan 7,2% dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Kami terus berupaya meningkatkan kontribusi recurring income sehingga membuat struktur pendapatan usaha perusahaan menjadi lebih ideal. Peningkatan kontribusi dari penyewaan ruang perkantoran dan ritel menjadi prioritas untuk memperbesar pendapatan usaha yang bersumber dari recurring income,” tutur Archied.

Baca Juga: Pantau Kondisi Pasar, Tahun Ini Intiland Ambil Langkah Konservetif

Berdasarkan sumber pendapatannya, kontribusi development income tercatat mencapai Rp1,39 triliun (75,1% dari total income). Sisanya sebesar Rp461,7 miliar (24,9%) berasal dari recurring income.

Fokus Penjualan Produk Inventory
Dari sisi kinerja profitabilitas, perseroan tercatat membukukan laba kotor sebesar Rp645,8 miliar, atau menurun 10,1% dibandingkan perolehan periode yang sama tahun lalu. Sementara laba usaha perseroan turut mengalami penurunan sebesar 12,9% menjadi Rp242,9 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp278,9 miliar.

Penurunan pendapatan usaha ditambah dengan adanya peningkatan beban bunga mengakibatkan laba bersih perseroan melemah. Hingga akhir kuartal ketiga tahun ini, perseroan membukukan laba bersih Rp6,5 miliar, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat mencapai Rp122,9 miliar.

Baca Juga: Gandeng Mediapura, Intiland Rilis Layanan Apartemen Sewa di Aeropolis

Menghadapi kondisi tersebut, manajemen Intiland akan terus berupaya untuk mengejar dan meningkatkan kinerja usaha hingga akhir tahun ini. Penjualan produk-produk inventory yang sudah jadi menjadi fokus dan prioritas utama perseroan untuk meningkatkan pendapatan usaha.

“Kami punya inventory produk di beberapa proyek yang sudah jadi, seperti apartemen 1Park Avenue, Praxis, Aeropolis, dan beberapa proyek perumahan. Penjualan dari produk-produk inventory ini bisa langsung diakui dan dibukukan sebagai pendapatan usaha,” ungkap Archied.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda