Buy-Back Guarantee: Untung atau Rugi Buat Konsumen Properti?

Mana ada pengembang yang berani omong kalau harga pasarnya nggak bakal naik? Jadi, yang model-model begini sudah usang. Tidak kreatif!

serah terima kunci-Beli Properti-RumahHokie-dok
Foto: Dok.RumahHokie.com

RumahHokie.comBuy-back guarantee adalah gimmick paling klasik dari developer yang kehabisan akal. Anda beli, nanti 1-2 tahun boleh jual lagi ke developer dengan kenaikan x%.

Itu kalau Anda menyesal atau khawatir bakal tidak naik-naik harga propertinya. Gaya ini bukan tipu-tipu, tapi blanket agar Anda tidur pulas.

Baca Juga: Mengenal Blanket Mortgage Serta Untung-Ruginya

Anda tahu, pada setiap developer berani bertaruh akan dibeli lagi dengan tambahan x%, itu artinya memang naiknya lebih besar daripada itu. Maka kalau Anda jual lagi ke developer, itu sama artinya Anda bakal jual under market value.

Di Serpong ada pengembang bikin buy-back kavlingnya, setahun 12% dan dua tahun 26%. Bebas alih hak. Wilayah itu, semua orang tahu, setahun bisa dapat cuan 20% kok, apalagi dua tahun.

Pada lokasi mana pun, dimana pengembang janji kayak gituan, saya berani bertaruh, tidak ada satu pun pembeli lama yang mau di-buy-back karena harga pasarnya selalu lebih tinggi.

Mana ada pengembang yang berani omong kalau harga pasarnya nggak bakal naik? Jadi, yang model-model begini sudah usang. Tidak kreatif!

Jadi, itu cuma buat orang yang lemah jantung dan mikir harta melulu. Padahal kalau Anda beli properti di Indonesia, ada berbagai motif yang dipikirin. Mulai dari gain sampai game dan kalau salah jadi pain.

Pada setiap konsumen yang jual balik ke pengembang, motifnya pasti butuh duit atau alasan non-investatif lainnya. Tapi, promosi ya memang begitu.

Pakai kata-kata empuk seperti “jaminan, pasti, bergengsi, lokasi, satu-satunya” dan aneka kebisingan kata. Namanya juga jualan.

Mana ada yang bilang, ”keamanan 24 jam, single gate system, area terbaik untuk selingkuh”? Anda ingin beli, tapi buku tabungan dipegang istri.

Bersama F. Rach Suherman F. Rach Suherman
Mentor investasi properti nasional ini sebelumnya menjabat CEO di tiga perusahaan properti yang berbasis di Indonesia. Saat ini Suherman juga menjadi dosen dan aktif memberi seminar, pelatihan, dan konsultansi untuk perencanaan dan pemasaran properti.

Bila Anda memiliki pertanyaan, kirimkan ke: redaksi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda