Cara Aman Membeli Rumah Over Kredit, Ini Prosedurnya

Sebelum membeli rumah dengan cara ini, sebaiknya ketahui dulu aturan mainnya. Salah prosedur, Anda akan tersangkut masalah.

Sebelum melakukan over kredit, Anda wajib mengajukan permohonan sebagai debitur baru menggantikan posisi penjual sebagai debitur lama.

RumahHokie.com (Jakarta) – Pembelian rumah dengan cara over kredit adalah proses mengalihkan pembayaran KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dari debitur lama kepada debitur baru.

Buat Anda yang berniat membeli rumah dengan cara ini, rasanya wajib mengetahui aturan mainnya. Kurangnya pengetahuan soal prosedur pengalihan kepemilikan rumah bisa jadi kendala serius.

Perlu diketahui bahwa, dalam jual beli rumah secara kredit atau cicilan, tidak hanya melibatkan pemiliknya saja, tapi juga melibatkan perbankan sebagai pemilik jaminan.

Ada aturan main yang harus dipenuhi oleh para pihak yang akan melakukan transaksi ini.

Proses Over Kredit
Proses pembelian rumah dengan sistem ini dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, sebagai calon pembeli rumah, Anda dan penjual bisa langsung ke bagian kredit perbankan melakukan alih debitur, mengajukan perihal peralihan hak.

Anda wajib mengajukan permohonan sebagai debitur baru menggantikan posisi penjual sebagai debitur lama.

Jika kredit disetujui oleh perbankan, Anda sebagai pembeli akan menandatangani perjanjian kredit baru atas namanya, berikut akta jual beli dan pengikatan jaminan.

Lewat sistem alih debitur, sertifikat atas nama pemilik lama sudah dapat di balik nama ke atas nama Anda sebagai pembeli. Sertifikat tersebut menjadi jaminan dan dipegang oleh bank dan baru dapat diambil setelah kredit dilunasi. Dengan begitu, pembeli dapat mengangsur atas namanya sendiri.

Selain melalui perbankan, ada cara lain yang cukup aman dilakukan yaitu perpindahan hak atas tanah dan bangunan dengan menggunakan akta notaris.

Mekanismenya, penjual dan pembeli datang ke notaris membawa kelengkapan berkas.

Baca juga: Perbaikan Rumah Terganjal Biaya, Coba Ajukan Kredit Renovasi

Pihak Notaris akan membuatkan akta pengikatan jual beli atas pengalihan hak atas tanah dan bangunan, berikut surat kuasa untuk melunasi sisa angsuran dan kuasa untuk mengambil sertifikat.

Penjual menandatangani surat pemberitahuan dari perbankan perihal peralihan hak atas tanah yang dimaksud. Artinya, sejak pengalihan ini, angsuran dan sertifikat masih atas nama penjual akan beralih ke pembeli untuk melunasi dan mengambil asli sertifikat yang dijaminkan pada pihak bank.

Setelah salinan akta selesai, penjual dan pembeli wajib menyampaikannya ke pihak bank, perihal pindah kepemilikan kredit rumah.

Ketimbang alih debitur di bank, proses melalui akta notaris lebih mudah dan cepat, dan biaya relatif lebih murah. Hanya saja, lewat sistem ini angsuran cicilan KPR masih atas nama penjual.

Meski begitu, pengalihan kredit menggunakan akta notaris masih terbilang lebih aman dibandingkan over kredit hanya menggunakan surat pengalihan di bawah tangan, atau bahkan tanpa menggunakan surat apapun (hanya kuitansi).

Adanya akta notaris tersebut dan bukti surat pemberitahuan, begitu waktu pelunasan, Anda sebagai pembeli dapat mengambil sertifikat asli dengan membawa akta notaris yang sudah ditandatangani sebelumnya oleh kedua belah pihak.

Berikut ini, data yang mesti dilampirkan untuk melengkapi akta pengalihan hak atas rumah yang masih dalam proses kredit di bank

Data objek jual beli (tanah dan bangunan)

  • Buku tabungan yang digunakan untuk pembayaran angsuran
  • Print out bukti pembayaran angsuran yang terakhir sebelum dilaksanakan over kredit
  • Foto copy SPPT PBB 5TH terakhir yang sudah dilengkapi dengan bukti lunasnya (STTS)
  • Foto copy IMB
  • Foto copy sertifikat (berisi keterangan, stempel pihak bank bahwa tanah dan bangunan tersebut sedang dijaminkan pada bank berkenaan)
  • Foto copy perjanjian kredit dan surat penegasan perolehan kredit

Data Penjual dan Pembeli:

  • Copy KTP suami isteri
  • Copy Kartu keluarga
  • Copy Akta Nikah
  • Copy Keterangan WNI atau ganti nama (bila ada, untuk WNI keturunan)

Dedy Mulyadi
dedy.mulyadi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda