Cara Aman Membeli Rumah Tanpa Masalah Bagi Konsumen Pemula

Membeli rumah dari pengembang bukan tanpa risiko. Dalam beberapa kasus, tidak sedikit konsumen dirugikan oleh ulah pengembang nakal.

serah terima kunci-Beli Properti-RumahHokie-dok
Foto: Dok.RumahHokie.com

RumahHokie.com (Jakarta) – Membeli rumah, apartemen, atau properti komersial dari developer jauh lebih sederhana dan mudah. Apalagi Bank Indonesia baru saja menjalankan aturan baru terkait loan to value (LTV) yang membuat uang muka makin ringan.

Meski demikian, bukan berarti membeli dari pengembang properti tidak berisiko. Bahkan tak sedikit kasus yang mencuat ke media memperlihatkan ulah para pengembang nakal yang merugikan konsumen.

Baca Juga: Mau Beli Rumah Baru, Pelajari Dulu Tata Caranya

Agar aman dalam proses pembelian rumah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

Pengembang Bekerjasama dengan Bank dan Notaris
Ketahui track record, sejarah bisnis, dan bekerjasama dengan pihak mana saja pengembang tersebut. Pasalnya, dalam menjual properti, developer harus didukung pihak perbankan yang menyalurkan kredit konstruksi ke pengembang dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kepada konsumen.

Bila pengembang telah melakukan kerjasama untuk penyaluran kredit konstruksi (modal kerja) dan KPR dengan pengembang, maka bisa dipastikan pihak bank telah melakukan uji kelayakan terhadap pengembang tersebut.

Baca Juga: Empat Tips Penting Saat Membeli Rumah Second

Kelayakan pengembang dinilai dari aspek legalitas sebagai badan hukum dan bidang usaha, kemampuan permodalan, legalitas perizinan dan hak atas tanah lokasi proyek, konsep yang dibuat, hingga kelayakan pemasaran proyek tersebut.

Jika si developer mendapatkan kredit modal kerja dari sebuah bank, maka Anda sebagai konsumen sebaiknya menggunakan fasilitas KPR dari bank yang sama, sehingga potensi masalah seperti pemecahan sertifikat dapat dikurangi.

Pengembang yang baik umumnya juga bekerjasama dengan Notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Kedua pihak ini bisa menjadi sumber informasi terpercaya terkait kredibilitas developer.

Pastikan Status Hak Atas Tanah
Sebelum membeli perlu dipastikan status hak atas tanah proyek yang akan Anda beli, apakah Hak Milik, Hak Guna Bangunan (HGB), Hak Pengelolaan Lahan (HPL), atau Hak Pakai (HP).

Hak Milik dipegang bila pengembang telah membeli lahan tersebut. Bisa juga dengan cara joint operation atau KSO (kerjasama operasi) dengan pemilik lahan, baik perorangan maupun instansi lain.

Baca Juga: Trik Jitu Memilih Cara Pembayaran Rumah yang Tepat

HGB merupakan kewenangan yang diberikan pemerintah atau hak untuk menggunakan lahan yang bukan miliknya dengan jangka waktu 30 tahun yang dapat diperpanjang hingga 75 tahun.

Pastikan asal persil HGB, apakah dari tanah yang langsung dikuasai negara atau dari HPL. Tanah yang langsung dikuasai negara lebih baik, karena bila tanah berasal dari HPL, maka perpanjangan HGB memerlukan persetujuan dari pemegang HPL. Selain itu, perhatikan pula sisa jangka waktu HGB, masih panjang atau sudah hampir berakhir.

Proses Pemesanan dan Penandatanganan PPJB
Saat proses pemesanan (booking fee) minta pengembang mencantumkan secara tertulis dalam surat pemesanan apa saja yang dijanjikan, bisa berupa fasilitas, waktu pembangunan, dan lain-lain. Dengan demikian, Anda sebagai calon pembeli memiliki bukti bila pengembang ingkar janji.

Sebelum Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) ditandatangani, Anda harus pastikan para pihak yang akan menandatangani PPJB, termasuk status perusahaan developer, apakah badan hukum atau pribadi.

Baca Juga: Ingin Punya Rumah Impian, Trik Ini Bisa Jadi Pertimbangan

Beberapa poin yang dicantumkan dalam PPJB antara lain harga jual dan biaya-biaya lain yang harus ditanggung pembeli, waktu serah terima, spesifikasi bangunan, dan beberapa ketentuan lain seperti kewajiban para pihak berikut sanksi atau denda.

Satu hal yang perlu diperhatikan: Anda wajib teliti dan kritis saat pembuatan PPJB. Tanyakan hal-hal yang tidak Anda mengerti kepada pengembang.

Lihat Spesifikasi Rumah saat Serah Terima
Saat serah terima rumah dari pengembang, pastikan semua sesuai dengan apa yang dijanjikan. Misalnya, spesifikasi rumah (lokasi, luas, bentuk, dan bahan material) sesuai dengan yang tercantum dalam PPJB.

Baca Juga: Enam Tips Menghindari Jeratan Pengembang Nakal

Bila ada ketidaksesuaian, maka Anda sebagai pembeli berhak untuk menolak menandatangani berita acara serah terima fisik sebelum developer menyelesaikan semua kewajiban sesuai ketentuan PPJB.

Jika pengembang melakukan wan prestasi atau tidak bersedia memenuhi seluruh kewajiban, pembeli dapat menempuh jalur hukum.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda