Caveat Emptor: Perhatikan Bahasa Hukum saat Transaksi Properti

Bahasa hukum yang mengambang (atau sengaja dibuat mengambang) memang jadi celah kecewa dan sengketa komisi.

caveat-emptor-thebluediamondgallery-rumahhokie-dok
Foto: Dok. The Blue Diamond Gallery

RumahHokie.comCaveat Emptor. Ini adalah istilah dalam bahasa Latin yang maksudnya agar pembeli berhati-hati pada “jebakan betmen” dalam klausul-klausul perjanjian jual-beli. Bahasa legal yang muter-muter beda banget dengan bahasa gaul yang enteng dan membumi. Tetapi bahasa hukum diperlukan untuk menghilangkan multi-interpretasi pemahaman.

Baca Juga: Inilah Kasus Hukum yang Sering Menjerat Broker Properti

Perjanjian developer dengan broker properti yang berbunyi “komisi cair setelah konsumen melunasi kewajiban pembayaran 20%” adalah jebakan berbahaya, karena tidak disebut kapan cairnya, dipotong pajak atau net commission, bagaimana mekanisme pemberitahuan bahwa 20% setoran konsumen sudah masuk dan apakah cairnya komisi harus dikaitkan dengan tandatangan SPPJB (Surat Perjanjian Pengikatan Jual Beli) dan apakah broker harus melayangkan tagihan (invoice) terlebih dahulu.

Baca Juga: Investor Early Bird versus Investor Angry Bird

Bahasa hukum yang mengambang (atau sengaja dibuat mengambang) memang jadi celah kecewa dan sengketa komisi. Ini belum lagi jika konsumennya bersengketa dengan developer.

Broker jadi seperti Charlie Chaplin yang tanpa kata dan gamang langkah sehingga terlihat pandir. Makanya, Anda sebagai broker properti perlu paham sedikit soal interpretasi bahasa hukum, bukan hanya bahasa tubuh calon buyer.

Baca Juga: Investor Panik dan Investor Burung Bangkai

Broker pada banyak situasi belum benar-benar jadi subjek, sehingga Anda harus memulai dengan integritas keilmuan yang mapan. Berpakaian bagus dan bulu mata anti badai bisa bikin eye shadow luntur jika Anda berurusan dengan kerumitan hukum.

Biasanya broker cuma berkawan dengan broker. Tidak banyak broker seperti Pungky yang kawannya termasuk jagoan legal. Pungky lagi!

F. Rach Suherman
Mentor investasi properti nasional ini sebelumnya menjabat CEO di tiga perusahaan properti yang berbasis di Indonesia. Saat ini Suherman juga menjadi dosen dan aktif memberi seminar, pelatihan, dan konsultansi untuk perencanaan dan pemasaran properti.

Bila Anda memiliki pertanyaan, kirimkan ke: redaksi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda