Cerita Di Balik Mal ‘Hantu’ di China yang Ditinggalkan Pengunjungnya

Memiliki luas mencapai 659.612 meter persegi, pusat perbelanjaan di China yang ditinggalkan pengunjungnya ini menjadi salah satu mal mewah terbesar di dunia.

New South China Mall, Mal sepi di China, pusat perbelanjaan
New South China Mall jadi pusat perbelanjaan sepi di China. (Foto: David290 / Wikimedia Commons)

RumahHokie.com (Dongguan) – Bagaimana jadinya jika pusat perbelanjaan terbesar di dunia ternyata sepi pengunjung dan peritel? Hal itulah yang terjadi pada New South China Mall yang berlokasi di Dongguan, Provinsi Guangdong, China.

Resmi beroperasi pada tahun 2005 lalu, New South China Mall dibangun seluas 659.612 meter persegi dan digadang-gadang akan menjadi salah satu mal mewah terbesar di dunia.

Dengan area ritel yang luas, mal itu sanggup menampung sekitar 2.350 tenant toko, serta ditargetkan bisa meraih 100.000 pengunjung per harinya.

Akan tetapi sayangnya setelah 15 tahun berdiri, pusat perbelanjaan itu sepi pengunjung dan ditinggalkan oleh para tenant. Dengan kondisi sepi dan hampir kosong tersebut New South China Mall dicap sebagai mal ‘hantu’ oleh sebagian kalangan.

Baca Juga: Pengelola Pusat Perbelanjaan Harus Berinovasi untuk Gaet Pasar Milenial

New South China Mall, Mal sepi di China, pusat perbelanjaan
New South China Mall dibuka pada tahun 2005 dan digadang-gadang sebagai pusat perbelanjaan terbesar di dunia dengan ruang ritel mencapai 659.612 meter persegi. (Foto: Milowent / Wikimedia Commons)

Menurut laporan Emporis, sebuah perusahaan data bangunan global, yang dikutip oleh laman Businessinsider, mal itu telah diklasifikasikan sebagai ‘mal mati’. Setidaknya ada dua hal yang menyebabkan New South China Mall ditinggalkan oleh para pengunjungnya.

Salah satu jurnalis dari Vagabond Journey yang mengunjungi pusat ritel premium tersebut, Wade Shepard mengungkapan bahwa ketidakcocokan demografi serta lokasinya yang tidak strategis menjadi penyebab mal itu sepi pengunjung.

“Kota ini (Dongguan) sebagian besar terdiri dari pabrik dan dihuni oleh buruh pabrik. Kondisi ini jelas bukan target pelanggan untuk sebuah pusat perbelanjaan kelas atas,” tutur Wade.

Baca Juga: Tips Lengkap Investasi Kios di Pusat Perbelanjaan

New South China Mall, Mal sepi di China, pusat perbelanjaan
Di beberapa bagian interior New South China Mall nampak sudah kusam dan mengalami kerusakan, akibat tidak dihuni serta dirawat. (Foto: CNN)

Selain itu, dia menambahkan tidak ada yang bisa memberitahu dirinya bagaimana menuju ke mal tersebut, karena tidak ada yang pernah pergi ke tempat itu.

Cerita Di balik Mal ‘Hantu’ di China
Berdirinya mal terbesar di China yang ditinggalkan pengunjungnya itu memiliki cerita menarik dan pembuktian cinta seorang putra daerah pada tanah kelahirannya.

Melansir dari laman STSTW Media, hadirnya South China Mall bermula sebagai gagasan jutawan asal China, yakni Hu Guirong yang ingin mengembangkan bisnisnya dalam bidang properti.

Baca Juga: Okupansi Ritel Jakarta Mendekati 90%, Landlord Aktif Ambil Peluang

Setelah mendapat banyak keuntungan dari bisnis mie instan, Hu memutuskan untuk membangun mal yang terbesar di China, sebagai langkah perdananya, terjun dalam industri properti.

“Saya ingin membangun sesuatu yang begitu besar dan menakjubkan, sehingga dapat menempatkannya (New South China Mall) di peta dunia dan menarik orang-orang dari seluruh penjuru untuk datang,” ujar pengusaha asal Dongguan itu.

Hu Guirong mengajukan pinjaman pembiayaan ke perbankan hingga 1 Miliar Yuan (sekitar USD154 juta saat itu) untuk membangun proyek pusat perbelanjaan yang menjadi impiannya itu.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda