Cerita Tentang Arsitek Masjid Istiqlal yang Belum Diketahui Publik

Friedrich Silaban merupakan arsitek angkatan pertama yang di miliki oleh Indonesia. Di tangannya, telah 'lahir' banyak bangunan monumental.

Interior pameran tentang Fredrich Silaban yang didesain terdiri dari lima fragemen, (Foto: Adhitya Putra - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Di masa awal kemerdekaan Indonesia, Presiden Soekarno menginstruksikan pendirian berbagai patung dan gedung monumental, di antaranya membangun Masjid Istiqlal yang dirancang oleh Friedrich Silaban, salah seorang arsitek generasi awal di Tanah Air.

“Marilah kita membuat Mesjid Jami yang benar-benar tahan cakaran masa, seribu tahun, dua ribu tahun, dan untuk itu kita harus membuatnya dari besi, dari beton, pintunya dari perunggu dari batu pualam dan lain sebagainya,” ujar Presiden Pertama RI, Soekarno, pada saat pemancangan kolom pertama Masjid Istiqlal di tahun 1961.

Pengunjung melihat arsip foto F. Silaban di Gedung D. Galeri Nasional Indonesia. (Foto: Adhitya Putra – RumahHokie.com)

Petikan pidato tersebut terpampang pada salah satu bagian dinding di pameran ‘Friedrich Silaban, Arsitek 1912 – 1984’, seakan membawa kita pada masa awal pembangunan salah satu masjid yang terbesar di kawasan Asia Tenggara itu.

Baca Juga: Mengesankan, Kantor Partai Golkar Ini Didesain Ramah Lingkungan

Dikuratori oleh Setiadi Sopandi dan Avianti Armand, pameran tersebut menampilkan 243 objek yang terdiri dari gambar-gambar asli dari belasan karya arsitektur, foto-foto asli, berbagai dokumen dan objek asli dari arsip F. Silaban.

Beragam peralatan merancang bangunan yang dimiliki oleh Silaban juga turut dipamerkan. (Foto: Adhitya Putra – RumahHokie.com)

Mungkin, sebagian dari kita banyak yang belum mengetahui, cerita di balik pendirian masjid yang selesai dibangun pada 22 Februari 1978 ini. Ketika itu, Friedrich Silaban mendapat kepercayaan Presiden Soekarno setelah berhasil memenangkan tiga sayembara di tingkat Nasional.

Sang arsitek berdarah Batak tersebut berperan dalam gagasan awal, eksekusi hingga ke tahap penyelesaian konstruksinya. Ada hal menarik disaat proses pembangunan Masjid Istiqlal berlangsung.

Baca Juga: Mengenal Gaya Mid-Century Modern dan Tips Penerapannya di Hunian

Menurut Setiadi Sopandi, ketika itu ada surat dari Sekretariat Negara RI yang ditujukan kepada panitia pembangunan Masjid Istiqlal yang berisi arahan agar menggunakan material marmer sebagai pelapis penutup lantai dan dinding.

Sedangkan, spesifikasi yang dibuat oleh Silaban menggunakan material teraso sebagai penutup lantainya.

Salah satu piagam penghargaan dari Pemerintah Indonesia untuk F.Silaban. (Foto: Adhitya Putra – RumahHokie.com)

“Silaban keberatan dengan hal itu. Sifat marmer harus dipoles berulang-ulang, agar selalu cemerlang dan proses tersebut mahal. Sementara kalau menggunakan teraso, risiko semacam itu tidak terjadi,” cerita Setiadi.

Selain Masjid Istiqlal Jakarta, Friedrich Silaban, juga ikut merancang banyak mendirikan bangunan monumental dan menjadi landmark di Jakarta, seperti gedung Bank Indonesia (Jalan Thamrin), gedung Pola (Jalan Perintis Kemerdekaan), BNI 46 (Kota Tua) dan Monumen Pembebasan Irian Barat (Lapangang Banteng).

Desain Interior Pameran
Secara konten, pameran “Friedrich Silaban, Arsitek 1912-1984” didasarkan pada pengejawantahan buku F. Silaban dengan menampilkan lima narasi dari kehidupan sang arsitek.

Fauzia Evanindya, salah satu perancang pameran, menceritakan detail dari penataan
interior dan beragam arsip F. Silaban, yang terdiri dari lima fragmen ini.

“Kami menentukan elemen desainnya mengikuti barang-barang dari arsip yang dipamerkan. Dari tim kuratorial, menekankan Masjid Istiqlal sebagai karya Silaban. Ruangannya ‘memaksa’ para pengunjung untuk mengikuti alur dari pameran tersebut. Di beberapa bagian, kami meletakkan kursi agar orang-orang bisa bersantai dan menikmati setiap fragmennya,” jelas Fauzia.

Pameran ini diselenggarakan oleh Pusat Dokumentasi Arsitektur bekerja sama dengan arsitekturindonesia.org ini bertujuan untuk melestarikan dan menyiarkan pengetahuan berkaitan dengan tokoh arsitek di Indonesia.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda