China Dinobatkan Sebagai Pasar Investasi Terbesar di Asia Pasifik

Salah satu pertumbuhan investasi properti di China diperkuat oleh kebijakan pemerintah soal perizinan perusahaan berinvestasi di sektor properti.

Foto: blogs.ft.com

RumahHokie.com (Singapura) – Menurut lembaga analisa properti Internasional, Real Capital Analytics (RCA). China dinobatkan menjadi pasar investasi real estat terbesar di Asia Pasifik pada 2016.

Meskipun adanya kebijakan pengendalian modal Beijing, RCA mengharapkan China untuk tetap berada di peringkat teratas untuk wilayah ini di tahun 2017 dan seterusnya,

Menurut berita yang dilansir asia.nikkei.com, data statistik RCA Asia Pacific, transaksi China mencakup penjualan perkantoran, properti industri, properti ritel, apartemen dan hotel.

“Tahun 2016, China mampu menarik investasi sebesar USD36,5 miliar, melebihi Jepang dan Australia,” terang Bob White, Founder and President Real Capital Analytics.

Baca juga: Penetrasi Pasar, Crown Group Rekrut Bos Sales dan Marketing Baru

Menurutnya, volume transaksi di China meningkat 10% dari tahun sebelumnya. Dalam peringkat global, China masuk sebagai pasar terbesar keempat di dunia setelah Amerika, Jerman dan Inggris.

“Kami melihat kemunculan pasar di China, ini adalah demografis kematangan di pasar investasi,” ucap White.

Dalam wawancara dengan Nikkei Asian Review, White mengatakan, China berpotensi untuk terus tumbuh dan tetap di kawasan itu sampai ke masa depan.

Investor China Bertumbuh
China telah memimpin dunia untuk beberapa lama. Tercatat, penjualan tanah di China pada 2016 senilai total USD417,5 miliar. Artinya, China telah bertumbuh banyak investor. Banyak pula bangunan berganti tangan yang memicu pasar semakin bergairah.

Hanya saja menurut White, dampak kontrol modal China masih belum jelas, namun langkah-langkah untuk mencegah pelarian modal mungkin berdampak positif pada pasar investasi properti di ekonomi terbesar kedua di dunia.

White memprediksi, adanya kebijakan China soal pembatasan arus modal dapat menghambat investasi atau justru sebaliknya.

“Jika mereka berkecil hati untuk membeli properti di luar negeri, maka saya akan membayangkan permintaan akan properti yang ada di China dapat meningkat,” tegas White.

Menurutnya, minat membeli properti China terutama berasal dari investor domestik yang rakus, terutama perusahaan asuransi.

“Perusahaan asuransi China diizinkan untuk berinvestasi di real estat domestik mulai 2010 dan properti di luar negeri mulai tahun 2012. Dengan modal besar, mereka menjadi pemain properti utama baik di dalam maupun di luar China,” kupasnya,

Investasi lintas perbatasan dari pemain internasional juga meningkat, kata White, dengan investor non-Asia memasuki pasar China secara tidak langsung melalui dana yang fokus di Asia.

Salah satu contohnya adalah pembelian gedung perkantoran senilai USD3 miliar Shanghai Century Link dengan dana berbasis ARA Asset Management di Singapura.

“Kesepakatan raksasa itu, tentu menggenjot transaksi properti 2016 China, ditangani oleh dana berbasis di Asia. China juga dibanjiri investor Amerika dan Eropa,” kata White.

Dedy Mulyadi
dedy.mulyadi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda