Co Working Space Aktif Menguasai Penyerapan Perkantoran di Jakarta

Bertumbahnya perusahaan berbasis teknologi tidak terlepas dari hadirnya sejumlah operator co working space yang masih aktif melakukan ekspansi pada gedung perkantoran CBD Jakarta.

co working space, ruang kerja bersama, JLL Indonesia, James Taylor, WeWork
Ruang kerja bersama (co-working space) yang kini kian menjadi tren di Jakarta. (Foto: dok. WeWork)

RumahHokie.com (Jakarta) – Sektor ruang kerja bersama (co-working space) masih mendominasi dalam penyerapan gedung perkantoran di kawasan area CBD Jakarta.

Dalam laporannya, konsultan real estat JLL Indonesia, memaparkan penyerapan ruang kantor area CBD pada kuartal III-2019 mencapai angka 52.500 meter persegi

Dari jumlah tersebut, sebanyak 78% tingkat penyerapan kantor CBD Jakarta dilakukan oleh perusahaan berbasis teknologi.

“Bertumbahnya perusahaan berbasis teknologi tersebut tidak terlepas dari hadirnya sejumlah operator co-working space yang masih aktif melakukan ekspansi pada gedung perkantoran kelas A di CBD,” ucap James Taylor, Head of Research JLL Indonesia, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Baca Juga: Kuartal III-2019, Pasar Perkantoran Jakarta Terdongkrak Perusahaan Teknologi

Lebih lanjut, dia mengatakan banyak operator co-working space mengincar gedung kantor di kawasan CBD untuk membuka layanan ruang kerja bersama dan melebarkan sayap bisnis mereka.

Berdasarkan data yang dimiliki JLL, sebanyak 81% okupansi co-working space di Jakarta berada di dalam area CBD. Sedangkan sisanya menempati gedung perkantoran yang berada di wilayah non-CBD.

Konsultan properti global itu juga melaporkan, terdapat lima operator yang mendominasi penyerapan kantor di Ibukota. Sebanyak 64% operator berasal dari perusahaan internasional dan 36% merupakan operator co-working space lokal.

Baca Juga: Sebanyak 60% Co Working Space Berada di Kawasan Jakarta Selatan

Hasil survei JLL menunjukan, Co Hive menjadi operator ruang kerja bersama yang paling aktif menyerap gedung perkantoran di Jakarta, dengan porsi 29%.

Kemudian, disusul oleh WeWork dengan angka 19% dan GoWork Indonesia yang menempati posisi ketiga dengan 12% dari total penyerapan tersebut.

Sebagai informasi tambahan, JLL mencatat penyerapan ruang perkantoran CBD di kuartal ketiga tahu ini mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Baca Juga: Meski Berkembang, Bisnis Co Working di Indonesia Terkendala Regulasi

“Total penyerapan ruang kantor selama tahun 2019 menjadi sebesar 174.000 meter persegi. Maka dengan jumlah itu menandakan bahwa permintaan ruang perkantoran di area CBD Jakarta tetap berjalan baik,” ucap James Taylor.

Meski demikian, dia berujar harga sewa kantor masih mengalami penurunan sebesar 1% untuk bangunan kelas A, dengan berada dikisaran Rp270.971 per meter persegi.

“Kami memperkirakan, level harga sewa kantor grade A di CBD masih terus terkoreksi di masa mendatang,” tandas James.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda