Co-Working Space: Manisnya Peluang Bisnis “Kantor Bersama”

Bisnis ini dibesut multi-jutawan Adam Neumann yang gondrong kayak Gugun Blues Shelter. Dia sewa kantor selantai lalu menyewakannya kecil-kecil.

evhive 3 - co-working space - the breeze - bsd city - sinar mas land - rumahhokie - dok
evhive, co-working space di BSD City (foto: Sinarmasland.com)

RumahHokie.com – Ketika AS dilanda krisis keuangan di 2008, banyak kantor yang mangkrak tanpa penyewa. Di saat yang sama, bisnis start-up (rintisan) yang diciptakan anak muda nggak mampu sewa ruang gede-gede.

Ada start-up martabak tujuh rasa sampe ngo-jek. Dari aplikasi game online sampai kacamata tembus pandang.

Mari belajar kepada multi-jutawan Adam Neumann. Dia 37 tahun dan gondrong kayak Gugun Blues Shelter.

Adam menangkap peluang dengan bikin WeWork dan WeLive. Usahanya? Dia sewa kantor selantai penuh lalu menyewakan dalam bentuk kecil-kecil kepada para member tanpa harus ngantor.

Cukup numpang alamat dan pakai fasilitas gratis jika Anda ketemu klien. “office seolah-olah” alias Virtual Office. Bisa ngopi atau pesan lemper.

Anda juga bisa meeting dengan bikin janji hari H mau pake ruang 8 orang, tolong sediakan flipchart, big screen TV dengan kabel HDMI, dan pesan kopi atau teh dangan pastel Mak Cik. Habis meeting bayar.

Adam punya 74.000 member di 98 tempat pada 32 kota besar dunia yang tersebar di Amrik dan Eropa. Sekarang sudah ke Asia dan ada di HK, Shanghai dan Seoul.

Menurut riset Jones Lang LaSalle (JLL), co-working space di AS saat ini baru 0,7% dari total market share. Artinya, masih bakal melar dengan pemain yang sedikit. Ini blue ocean business, Bro. Model gini baru ada di beberapa titik di Jakarta. Jadi Anda masih ada peluang.

Nah, mumpung tarif sewa kantor di Jakarta sedang anjlok (semester II-2016 turun 3% dengan tarif rata-rata Rp472.293/m2/bln) dan bakal lebih buruk lagi dalam enam bulan ke depan, kita keroyok yuk! Kumpulin modal bareng-bareng.

Di Indonesia, saya hitung-hitung kita butuh sekitar Rp3 miliar dengan payback period kurang dari dua tahun. Dengan masa sewa kita sepanjang 10 tahun, maka delapan tahun sisanya kita bakal bikin multi area di seantero Jakarta dengan target member 10.000 orang dan perusahaan.

Tarif rata-rata member Rp1 juta per bulan, maka gross income Rp10 miliar per bulan. Sebutlah kita cuma berhasil menggaet 2000 member, maka omzet masih 20% × Rp10 miliar alias Rp2 miliar per bulan.

Bersaing dengan Regus dan Marquee yang sudah bercokol di sini dengan tarif premium. Kita bikin medium price. Bisnis ini kita beri nama “PT Gak Bakal Ada yang Ikut”, dengan merk dagang “i-Work”. Pake nama itu kerena saya ingin Anda yang kerja dan saya cukup kasir aja.

Bersama F. Rach Suherman F. Rach Suherman
Mentor investasi properti nasional ini sebelumnya menjabat CEO di tiga perusahaan properti yang berbasis di Indonesia. Saat ini Suherman juga menjadi dosen dan aktif memberi seminar, pelatihan, dan konsultansi untuk perencanaan dan pemasaran properti.

Bila Anda memiliki pertanyaan, kirimkan ke: redaksi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda