Community Based Investment: Cara Gagal Investasi Properti

Jangan diam dan hanya berinvestasi di tempat yang Anda tahu. Properti tidak berkonsep “buy what you know”, tapi “buy what you grow”.

Foto: Dok. http://miami.national-property-management-group.com

RumahHokie.com –  Konsep community based investment menghalangi Anda yang ingin kaya tapi beberapa kali gagal investasi. Mengapa? Investasi yang berbasis cara pikir traditional area akan terlalu berbahaya.

Sangat natural jika Anda tidak suka Jakarta Barat karena 30 tahun tinggal di Jakarta Selatan. Maka, insting membawa Anda untuk hanya belanja properti di radius terdekat dengan dalih “saya tahu betul wilayah ini”.

Saya tidak ragu pada pengetahuan Anda. Saya cuma ragu pada uang Anda yang sulit tumbuh.

Baca Juga: Ini Dia, Tiga Penyebab Properti Bisa Bikin Kaya Raya!

Investasi properti itu bersandar kepada arus publik. Pola gerakan pemukiman biasanya satu paket dengan traffic generator lain seperti komersial, perkantoran, dan fasilitas sosial (rumah sakit, sekolah, dan sarana ibadah).

Semua melar. Bahkan karaoke dan panti pijat juga mekar. Kemana malaikat mengawal, kesitu setan mendekati. Hati-hati melangkah!

Pola bermukim megapolitan, umumnya memindahkan kaum menengah kaya ke area pinggiran. Pusat kota sarat oleh low-end people dan kalangan jetset.

Next step, ada migrasi kelas menengah kembali ke kota dengan vertical living. Nah, saat ini Indonesia baru pada tahap menjauh dari pusat kota. Pada saat inilah, pertumbuhan pada area terseleksi menjadi penting.

Anda jangan diam dan hanya berinvestasi di tempat yang Anda tahu. Ini bukan saham yang berkonsep “buy what you know”. Properti adalah “buy what you grow”.

Jika Anda orang Timur, jangan segan untuk ke Serpong karena di situ uang Anda berlipat ganda. Kalau uang Anda ingin berganda, ya ke Dimas Kanjeng.

Jangan sentimen kepada area adalah wejangan paling klasik untuk Anda dengar. Properti itu “lokasi, lokasi”. Makanya, bedakan antara Anda beli untuk tinggal (end-user) dan Anda untuk investasi.

Pada suatu saat itu matching. Tapi jika beda, Anda tetap bisa tinggal di Citeureup tapi investasi di PIK atau Batam. Investment is the statement of borderless capital flow.

Bersama F. Rach Suherman F. Rach Suherman
Mentor investasi properti nasional ini sebelumnya menjabat CEO di tiga perusahaan properti yang berbasis di Indonesia. Saat ini Suherman juga menjadi dosen dan aktif memberi seminar, pelatihan, dan konsultansi untuk perencanaan dan pemasaran properti.

Bila Anda memiliki pertanyaan, kirimkan ke: redaksi@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda