Crown Group: Kualitas, Seni, dan Lompatan Kuantum

Dalam 23 tahun keberadaan Crown Group, sebanyak 22 proyek hunian telah dikembangkan di Kota Sydney: dimulai dari hunian vertikal di kawasan Bondi Junction hingga Waterfall by Crown Group.

infinity-by-crown-group-sydney-australia-baru-2019-rumahhokie-dok
Infinity by Crown Group

RumahHokie.com (Jakarta) – Dalam lima tahun belakangan, pengembang properti asal Sydney, Australia, Crown Group, mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Bahkan, CEO Crown Group, Iwan Sunito, mengistilahkan hal ini sebagai sebuah “lompatan kuantum” (quantum leap).

“Bayangkan, dalam lima tahun terakhir, kami mengerjakan proyek properti dengan nilai mencapai Rp18 triliun,” kata Iwan Sunito.

Baca Juga: Crown Group Bangun Enam Proyek di Tiga Kota Pendidikan Australia

Dia menuturkan, dalam 23 tahun keberadaan Crown Group, sebanyak 22 proyek hunian telah dikembangkan di Kota Sydney: dimulai dari hunian vertikal di kawasan Bondi Junction hingga yang terakhir Waterfall by Crown Group yang sudah dalam tahap penyelesain akhir.

“Selama periode tersebut, lebih dari 35 penghargaan berskala nasional dan internasional yang kami dapatkan dari proyek-proyek hunian yang kami bangun. Semua ini seperti mimpi. Apabila kita mengingat ketika pertama kali kami—saya dengan Paul Sathio—mendirikan Crown Group di tahun 1996,” kenang Iwan.

Baca Juga: Pengembang Asal Indonesia Jadi Tokoh Paling Berpengaruh di Australia

Lantas apa yang membedakan Crown Group dengan perusahaan pengembang yang lain di Australia? Iwan Sunito gamblang menjawab: “we’re not simply building property, but building a legacy.”

Baginya, kualitas pengerjaan dan fasilitas resor bintang lima adalah sebuah keniscayaan. Sebuah terobosan yang sejak awal ditawarkan Crown Group di industri hunian vertikal di Australia.

“Kendati demikian, desain hunian yang cantik dan artistik adalah sesuatu yang membedakan kami dengan yang lain. Itu sebabnya kami sangat konsisten bekerjasama dengan arsitek-arsitek terbaik di Australia dan dunia,” jelas Iwan.

Baca Juga: Foto: Mengintip Kemewahan SKYE Suites Sydney Milik Crown Group

Dia memberi contoh sederet nama beken yang digandeng Crown Group, seperti Koichi Takada yang mendesain Skye by Crown Group, Arc by Crown Group, dan Infinity by Crown Group; SJB architects (Waterfall by Crown Group); Allen Jack + Cottier (V by Crown Group); dan tentu saja Kengo Kuma, master Arsitek asal Jepang yang mendesain Mastery by Crown Group. Hasilnya, proyek-proyek tersebut berhasil menyabet sederet penghargaan bergengsi.

“Kami menginginkan desain hunian yang mencerminkan mahakarya seni dengan garis modern, yang membuat setiap penghuninya bangga akan tempat tinggal mereka,” jelas Iwan. “Sebuah pengejahwatan dari idealisme kami di Crown Group.”

Baca Juga: Seluk-beluk Properti Australia yang Harus Diketahui Calon Investor Mancanegara

Di sisi lain, Iwan juga tak menyangkal bila banyak yang mempertanyakan mengapa harga properti besutan Crown Group sedikit lebih tinggi dibandingkan kompetitor.

“Pada dasarnya, karya seni tidak bisa dinilai oleh uang. Bukan hanya desain yang modern, tapi pengaplikasian teknologi tinggi seperti sistem otomatisasi hunian juga menjadi poin penting,” katanya.

Baca Juga: Mixed-Use di Ancol: Proyek Crown Group dengan Persiapan Paling Rumit

Dengan konsistensi dan semua pencapaian tersebut, Crown Group makin berkibar di Negeri Kanguru dan mulai melebarkan sayap bisnis ke mancanegara.

“Sebuah pencapain yang tidak mudah terutama bagi kami yang dilahirkan di Surabaya dan Bali untuk bisa berkompetisi di negeri orang,” ujar Iwan.

Ke depan, Crown Group tetap berusaha bertransformasi dari development-centric company menjadi development and recurring-income company. Selain itu, Crown Group pun menargetkan akan segera melantai di bursa.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda