Daan Mogot City Luncurkan Menara Kembar: Golden Twin Tower

Melanjutkan Tower Albatross, Bluefinch, dan Canary, China Communication Construction Group (CCCG) meluncurkan menara keempat di proyek Daan Mogot City.

Maket proyek Damoci di Jalan Raya Daan Mogot, Jakarta Barat (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Melanjutkan tiga tower sebelumnya, yaitu Albatross, Bluefinch, dan Canary, pengembang asal Negeri Tirai Bambu, China Communication Construction Group (CCCG), meluncurkan menara keempat di proyek Daan Mogot City (Damoci): Dove Tower, Sabtu (12/8/2017).

Berlokasi di tengah area Damoci tower ini memiliki kelebihan seperti sudut pandang yang menghadap ke pusat taman. Dibuat cukup eksklusif—hanya 10 unit dalam satu lantai—tower ini menawarkan ruang yang lebih besar, yaitu tipe Studio (mulai 25 m2) dan dua kamar tidur (mulai 51 m2).

Baca Juga: Mulai Dibangun, Tower Pertama Daan Mogot City Terjual 100%

General Manager Marketing Daan Mogot City, Mario Jati Parayogo menjelaskan, Dove Tower merupakan bagian dari dua menara kembar dengan nama Golden Twin Tower.

“Selain launching Dove Tower, momen ini juga merupakan tanda dimulainya konstruksi pembangunan gedung yang akan dikerjakan oleh CCCG setelah rampungnya proses bored pilling yang telah lebih awal dikerjakan,” kata Mario dalam siaran pers yang diterima RumahHokie.com.

Dimulainya pembangunan gedung-gedung ini, imbuhnya, sekaligus merupakan pembuktian keseriusan dan ketepatan waktu dari jadwal pembangunan yang sudah ditentukan untuk mencapai target serah terima tahap pertama pada 2020 nanti.

“Kami telah merampungkan proses bored pilling untuk tahap satu, dan itu artinya akan dimulainya pembangunan semua gedung untuk tahap satu yang berjumlah delapan tower. Bersamaan dengan ini kami juga meluncurkan Dove Tower yang merupakan tower terbaik kami,” jelas Mario.

Baca Juga: Masuk Indonesia, Pengembang China Ini Andalkan Brand dan Kualitas

Mario juga yakin Dove Tower akan terserap pasar, mengingat antusias konsumen di penjualan tiga tower sebelumnya.

“Saat ini, Albatros Tower terjual hampir 100%, sedangkan Bluefinch sudah sold-out, sementara Canary Tower sudah terjual lebih dari 55%,” ungkapnya.

Dia menuturkan, pada tahap pertama Damoci, CCCG menggelontorkan investasi Rp3 triliun – Rp4 triliun untuk pembangunan delapan tower hunian.

Peluang Bisnis Properti Masih Terbuka
Pada kesempatan yang sama, Sun Guang Yu, General Manager Executive China Communication Construction Group (CCCG), Indonesia adalah negara yang sangat potensial untuk industri perumahan.

”Survei yang kami lakukan memperlihatkan hanya 8% masyarakat Jakarta yang tinggal di hunian vertikal seperti apartemen. Maka dari itu peluang bisnis properti di Indonesia, khususnya Jakarta, masih baik ke depannya,” ungkap Sun Guang Yu.

Baca Juga: Apa Perbedaan Strategi Developer China dan Jepang di Indonesia?

Dia juga optimistis CCCG mampu bersaing dalam industri properti di Indonesia, lantaran CCCG ikut andil dalam berbagai proyek infrastruktur di Indonesia, salah satunya adalah proyek jembatan Suramadu.

Dia berharap, Damoci akan dapat menjadi hunian alternatif di Jakarta Barat.  Pasalnya, jelas Sun, proyek dengan total investasi USD1 miliar ini mendapat atensi dari masyarakat karena mengedepankan konsep hunian ramah anak dan lingkungan.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda