Dampak Wabah Virus Corona Menghantam Pasar Properti Hong Kong

Tidak saja menelan korban jiwa, virus corona pun turut menghantam pula stabilitas industri bisnis properti di China maupun Hong Kong.

pasar properti hong kong terdampak virus corona, wabah virus korona di hong kong, virus corona China
Ilustrasi dampak wabah virus corona terhadap pasar properti Hong Kong. (Foto: Newyork Times)

RumahHokie.com (Jakarta) – Sejak mewabah pada akhir tahun 2019 lalu, virus corona yang berawal dari Kota Wuhan, China, telah memakan banyak korban jiwa.

Menurut Departemen Teknik Sipil Universitas John Hopkins, Baltimore, baru-baru ini terdapat 490 orang meninggal akibat wabah 2019-nCoV.

Dari jumlah korban tersebut dua di antaranya berada di luar China, yakni Filipina dan Hong Kong. Tidak saja korban jiwa, virus corona pun turut menghantam pula stabilitas industri bisnis properti di Hong Kong.

Baca Juga: Setelah Korban Jiwa, Virus Corona Kini Lumpuhkan Bisnis Properti Wuhan

Derek Chan, kepala penelitian Ricacorp Properties, memaparkan harga properti residensial di Hong Kong mengalami penurunan sejak bulan Desember dan diprediksi terus tertekan dalam beberapa bulan kedepan, seiring isu virus corona yang semakin merebak di wilayah tersebut.

“Harga rumah cenderung turun 3 hingga 5% dalam tiga bulan terakhir, karena wabah virus berbahaya itu, ujar Chan, seperti dikutip dari laman South China Morning Post, pada Kamis (06/02/2020).

Tren penurunan indeks harga resmi juga terjadi pada pasar rumah bekas (properti secondary) yang turun sebesar 1,7%.

Lebih lanjut, ia mengatakan virus berbahaya dari Kota Wuhan itu juga membuat sebagian besar para developer properti memilih menahan diri di pasar.

Baca Juga: Ion Plasmacluster Dianggap Dapat Cegah Penyebaran Virus Corona

“Pengembang akan mengendalikan peluncuran proyek mereka dalam beberapa bulan ke depan, karena mereka menunggu untuk melihat apakah epidemi (virus corona) stabil atau berakhir,” kata Chan.

Sebelumnya, dia menjelaskan bahwa pasar properti di Hong Kong juga telah tertekan akibat sentimen protes anti-pemerintah dan dampak konflik perdagangan AS-China.

Menyebarnya virus corona yang semakin masif, telah membuat Chan, yang sebelumnya memperkirakan pasar akan pulih setelah Tahun Baru Imlek, merasa pesimistis kondisi industri properti di Hong Kong akan membaik dalam jangka waktu pendek.

Baca Juga: Pengembang China Agresif Memburu Lahan di Hong Kong

“Stabilitas pasar properti akan tergantung pada bagaimana pemerintah menanggulangi perkembangan epidemi corona,” tutur Chan.

Properti Hong Kong Masih Berpotensi
Sementara itu, dalam kesempatan yang berbeda, konsultan real estat global, Colliers International dalam laporan bertajuk Asia Market Snapshot Q4 2019 menyatakan memang tengah ada perlambatan transaksi real estat Hong Kong, akibat dari kombinas kerusuhan sosial dan dampak dari perang dagang AS-China.

Meskipun masalah itu telah menghambat pertumbuhan nilai sewa properti dan investasi, namun pihak Colliers melihat Hong Kong masih memiliki daya tarik sebagai salah satu pusat bisnis terkemuka di Asia.

“Para investor yang bersedia mengambil resiko jangka pendek akan diuntungkan ketika pasar akhirnya bangkit kembali,” tandas Terence Tang, Managing Director Capital Markets Asia Colliers International.

Adhitya Putra Pratama
adhitya.putra@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda