Dana FLPP Turun Drastis Jadi Rp3,1 Triliun, Ini Kata Pemerintah

Meski anggaran untuk KPR FLPP tahun 2017 turun, dari semula Rp9,7 triliun menjadi Rp3,1 triliun, Pemerintah mengaku memberikan kompensasi lain.

rumah-subsidi-sederhana-villa-kencana-cikarang-rumahhokie-anto-erawan-dok
Rumah subsidi di Cikarang (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Jakarta) – Tahun ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan menyesuaikan target Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi menjadi 279.000 unit yang terdiri atas KPR SSB (Subsidi Selisih Bunga) sebesar 239.000 unit dan KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) sebesar 40.000 unit.

“Penyesuaian diperlukan setelah memperhatikan kapasitas pasokan rumah bersubsidi yang dibangun oleh pengembang,” demikian nukilan siaran pers KemenPUPR yang diterima RumahHokie.com, Selasa (11/7/2017).

Baca Juga: Perizinan Online Dibutuhkan untuk Kejar Target Sejuta Rumah

Meskipun anggaran untuk KPR FLPP turun dari semula Rp9,7 triliun menjadi Rp3,1 Triliun, namun penurunan tersebut dikompensasi dengan kenaikan KPR SSB dari semula Rp312 miliar menjadi Rp615 miliar.

Perubahan komposisi anggaran ini tetap dapat menjamin kebutuhan subsidi terhadap semua produksi rumah bagi MBR yang dibangun oleh pengembang. Perubahan komposisi anggaran tersebut akan diatur dalam APBN-P Tahun 2017.

29 Bank Penyalur KPR FLPP
Meskipun Bank BTN tidak berperan serta lagi dalam menyalurkan KPR FLPP di 2017 ini, masih ada 29 bank penyalur yaitu tujuh Bank Umum dan 22 Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Bank Umum yang menjadi penerbit KPR bersubsidi, yaitu Bank BRI (konvensional dan syariah), Bank Mandiri (konvensional), Bank BNI, Bank Artha Graha, Bank BTPN, dan Bank Mayora.

Baca Juga: Solusi Penyediaan Rumah Subsidi: Penyesuaian Harga atau Bank Tanah?

Sedangkan BPD yang berpartisipasi adalah Bank Sumut, Bank Riau Kepri, Bank Jambi, Bank Sumselbabel, Bank Nagari, Bank Kalteng, Bank Kalsel, Bank Kaltim, Bank BJB, Bank Jateng, Bank Jatim, Bank BPD DIY,  Bank NTB, Bank NTT, Bank Sultra, Bank Sulutgo, Bank Sulselbar, Bank Kalbar, BJB Syariah, BPD Papua, BPD Sulteng, dan BPD Bali.

Untuk mendukung pencapaian Program Sejuta Rumah, khususnya pembangunan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang mendapatkan bantuan subsidi, Pemerintah telah meningkatkan sinergi dengan seluruh stakeholders perumahan, yaitu pemerintah daerah, para pengembang, dan lembaga keuangan bank.

Sinergi dengan pemerintah daerah dilakukan untuk mempercepat pelaksanaan PP No. 64 tahun 2016 tentang Pembangunan Perumahan MBR. Dalam PP tersebut hal yang diatur diantaranya adalah penyederhanaan perizinan bagi pembangunan rumah dalam skala 0,5 – 5 hektar, penyederhanaan pengurusan penerbitan sertifikat tanah oleh Kantor Pertanahan, dan menjamin pembangunan rumah yang memenuhi standar layak huni untuk perlindungan konsumen.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda