Daniel Sunyoto: Xavier Marks Sukses Berkat Sistem Partnership

Perbedaan Xavier Marks dengan banyak perusahaan broker mancanegara yang beroperasi di Indonesia adalah tidak menjual franchise, akan tetapi menawarkan management partnership.

xavier-marks-daniel-sunyoto-anto-erawan-rumahhokie-dok1
Daniel Sunyoto, President Director Xavier Marks (Foto: Anto Erawan - RumahHokie.com)

RumahHokie.com (Bekasi) – Di tengah dominasi perusahaan broker raksasa dari mancanegara, brand lokal Xavier Marks, menyeruak naik ke permukaan. Hanya dalam waktu dua tahun, perusahaan broker asal Surabaya ini menarik puluhan principal untuk bergabung.

Daniel Sunyoto, President Director Xavier Marks mengatakan, perbedaan Xavier Marks dengan banyak perusahaan mancanegara yang beroperasi di Indonesia adalah tidak menjual franchise, akan tetapi menawarkan management partnership.

Baca Juga: Tips Sukses Broker Properti Pemula di Era Digital Marketing

Artinya, setiap kantor yang ada di jaringan Xavier Marks akan di-manage bersama antara kantor pusat Xavier Marks dengan pengelolanya.

“Jadi, kami punya saham, ikut memiliki, dan mengelola bersama-sama. Kami tak jual lepas, berbeda dengan franchise yang menjual lisensi. Kami datang kepada para principal sebagai partner,” kata Daniel Sunyoto kepada RumahHokie.com.

Baca Juga: Video: Hokie Talkie 3 Angkat Kasus Hukum Broker Properti

Dia mengaku, di setiap kantor broker Xavier Marks, pihaknya memiliki saham minoritas. Akan tetapi, karena turut memiliki, berarti pihaknya harus memiliki peranan yang lebih besar, seperti membantu menyusun strategi secara custom, menyusun bugdeting, dan keuangan.

“Hal-hal seperti ini di luar kewenangan franchise. Karena kami juga merupakan owner, maka kami bisa melakukannya, sehingga bisa berjalan dengan para owner secara hand in hand,” kata Daniel.

Baca Juga: Tips Broker Properti: Ketahui Nilai Psikologis Sebuah Rumah Agar Terjual Mahal

Dia melihat, daripada harus berkompetisi lebih baik berpartner. Menurutnya, untuk mencapai tempat yang lebih tinggi itu tidak mungkin jalan sendiri.

Untuk memuluskan targetnya, Xavier Marks memilih partner-partner yang sesuai, sehingga dua perusahaan bisa “kawin” dan dikelola bersama-sama.

“Ada beberapa kriteria kantor agen yang dapat menjadi partner. Pertama, siapa orangnya, karena karakterisitik orangnya sangat penting untuk bisa diajak bekerjasama. Kedua, lokasi kantor tidak boleh terlalu dekat satu sama lain, sehingga tidak terjadi kanibalisme yang mengganggu kinerja,” jelasnya.

opening-xavier-marks-first-bekasi-by-anto-erawan-rumahhokie-dok1
Pembukaan Xavier Marks First Bekasi, 5 Juli 2019 (Foto: Anto Erawan – RumahHokie.com)

Servis Real Time
Xavier Marks sejak berdiri dua tahun yang lalu sudah sangat paperless. Bahkan Daniel mengaku, perusahaannya merupakan salah satu brand di Jawa Timur yang paling paperless.

“Kami tidak banyak lagi menggunakan dokumen cetak seperti faks dan lain-lain. Kami juga sudah mengintegrasikan web system kami dengan apps yang bisa diunduh di PlayStore yakni XMarks,” papar Daniel.

Baca Juga: Johann Boyke Nurtanio: Kunci Sukses Broker Properti Adalah Adaptasi Teknologi

Aplikasi ini, imbuhnya, juga dipersiapkan sebagai digital assistant buat agen, di mana mereka bisa berkomunikasi, memasang listing, berinteraksi dengan kantor pusat, mengecek berapa income yang mereka dapat, dan melakukan report kepada konsumen.

“Saat ini tantangannya bukan servis yang cepat, tetapi servis yang real time. Dan ini hanya bisa dilakukan dengan teknologi,” tukas Daniel.

Target 20 Kantor
Lebih lanjut Daniel mengatakan saat ini Xavier Marks sudah memiliki 43 kantor yang berada di Surabaya, Bali, Jember, Malang, Sidoarjo, Tangerang, Jakarta, dan Bekasi; dengan jumlah marketing agent yang teregistrasi mencapai 2.000.

Baca Juga: Tips Broker Properti: Pilih Banyak Listing atau Selektif?

Dia mengungkapkan, Xavier Marks sedang mempersiapkan head office di Jakarta untuk Indonesia Barat. Head office di Surabaya tetap ada untuk mengakomodasi Indonesia Timur. Daniel menargetkan di awal 2020 head office di Jakarta bisa mulai beroperasi.

“Target kami membuka 20 kantor baru hingga tahun depan, tetapi saya tak menduga banyak pihak yang mulai tertarik untuk bergabung. Dalam waktu dekat, sudah bisa ada tambahan sampai 10 kantor, dan sepertinya target 20 kantor harus kami revisi,” ungkap Daniel yang mengatakan segera membuka kantor baru di Bandung dan Semarang.

Properti Segera Bangkit
Terkait pasar properti yang properti lesu beberapa tahun belakangan, Daniel optimistis tahun ini akan mengalami kebangkitan, terutama setelah rampungnya Pemilu 2019.

“Saya melihat, lesunya pasar properti tergantung segmen. Di segmen luxury memang terganggu, karena kondisi politik membuat investor wait and see. Mereka belum berani investasi, karena properti bukan investasi yang likuid,” kata Daniel yang memperkirakan pasar properti mewah terkoreksi 10% – 15%.

Baca Juga: Lukas Bong: Tentang Hunian Milenial, Pelemahan Rupiah, dan Broker di Era Teknologi

Di sisi lain, imbuhnya, properti di level menengah, yakni dengan harga sekitar Rp1 miliar, tetap berjalan baik. Pasalnya, apapun kondisinya, orang yang menikah dan punya anak tetap memerlukan properti.

“Bahkan, di tiga proyek menengah yang kami tangani bisa sold out hanya dalam dua hingga tiga jam,” ujarnya.

Anto Erawan
anto.erawan@rumahhokie.com

Please follow and like us:

Silakan Beri Komentar

Komentar Anda